Kamis, 19 Januari 2017

cfd CFD

Demo Kenaikan UMR, 110 Orang Ditangkap di Kantor Pusat McDonald's

Kamis, 22 Mei 2014 13:47 WIB
Dibaca 503

Monexnews - Sebanyak 110 orang ditangkap oleh polisi kota Chicago beberapa saat lalu sehubungan dengan aksi unjuk rasa di kantor pusat McDonald's. Mereka ditangkap karena memaksa masuk ke kantor utama jaringan restoran terbesar di dunia itu. 

Menurut laporan media Amerika, rombongan pengunjuk rasa berjalan menuju kantor pusat McDonald's untuk menyuarakan aspirasinya kepada pihak direksi. Namun sebanyak 250 aparat keamanan termasuk kepolisian Chicago melakukan blokade di depan lokasi kantor.

Tuntutan utama para demonstran, yang sebagian besar merupakan pekerja restoran fastfood, adalah kenaikan upah minimum menjadi $15 per jam. "Kami ingin memastikan bahwa pemegang saham McDonald's dan CEO Don Thompson mendengarkan aspirasi kami," ujar Kendall Fells, juru bicara organisasi buruh FastFood Forward.

Beberapa jam jelang unjuk rasa, McDonald's sudah menutup kantor pusatnya dan meliburkan sejumlah karyawan. Menurut juru bicara perusahaan, mereka sudah diberitahu oleh pihak kepolisian tentang pergerakan massa dan disarankan untuk tutup demi alasan keamanan. Jumlah orang yang terlibat dalam unjuk rasa diperkirakan mencapai 1500 orang yang terdiri dari karyawan restoran dan utusan berbagai organisasi buruh. Demonstran berjanji untuk melakukan aksi lebih besar esok hari, bertepatan dengan rapat tahunan direksi di tempat yang sama.

Pergerakan massa terkait isu upah minimum berawal pada tahun 2012 lalu di New York, dan kemudian menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Boston, Chicago, Denver, Houston, Los Angeles dan Memphis. Dalam perjalanannya, pengunjuk rasa didominasi oleh karyawan restoran terkenal seperti McDonald's, Burger King (BKW), Wendy's (WEN) dan Yum! Brands, pemilik merek dagang KFC. Mereka meminta UMR dikerek menjadi $15 per jam dan diberikan ruang untuk membentuk serikat pekerja.

Saat ini upah rata-rata di Amerika baru sebesar $9 per jam atau setara $18.500 per tahun. Jumlah itu $4500 lebih rendah dibandingkan ambang batas hidup layak yang ditetapkan oleh badan sensus, yang sebesar $23000 per tahun. Beberapa karyawan bahkan mengaku tidak pernah makan di tempat mereka bekerja karena dianggap terlalu mahal.

[Harga saham McDonald's (NYSE:MCD) ditutup pada posisi $102.56 atau menguat 1.01% pada sesi perdagangan Wall Street hari Rabu (21/05)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar