Senin, 23 Oktober 2017

cfd  CFD

Dengar Pendapat, Bos GM Jadi Bulan-bulanan Kongres

Rabu, 2 April 2014 10:17 WIB
Dibaca 496

Monexnews - General Motors benar-benar menjadi sasaran tembak dalam dengar pendapat yang digelar kongres Amerika Serikat di Capitol Hill semalam. Di tengah cecaran kritik anggota legislatif, CEO Mary Barra menyatakan permintaan maaf atas kesalahan produksi yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia di jalanan.

Dalam pidatonya, Barra mengakui kalau perusahaannya membiarkan mobil cacat komponen beredar di Amerika sejak satu dasawarsa lalu. "Mulai hari ini, kami akan bekerja secara benar," janji sang CEO kepada anggota komite. Ia mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga korban yang meninggal karena kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak komite DPR Amerika tidak hanya menyalahkan GM atas skandal memalukan ini, namun mereka juga mencibir National Highway Traffic Safety Administration (NTSA) karena gagal mengawasi kualitas kendaraan yang dijual ke konsumen. "Kesalahan berada di pihak GM dan NTSA karena keduanya tidak mengambil tindakan apa-apa sejak dulu," kilah anggota dewan dari partai Republik, Tim Murphy. Sementara anggota partai Demokrat, Diana DeGette, mempertanyakan alasan mengapa GM tidak mau mengganti komponen yang cacat padahal biaya penggantian hanya sebesar 57 sen per mobil. DeGette mengkritik kebijakan perusahaan yang hanya mementingkan faktor uang ketimbang keselamatan penumpang. "Mereka terus menjual meski barangnya tidak memenuhi standar keamanan," tegasnya di forum.

Mary Barra ikut mengkritik kebijakan perusahaan sebelum ia masuk menduduki posisi CEO. Menurutnya, dahulu GM memang sangat mengutamakan pemangkasan biaya produksi tanpa mendahulukan kualitas produk. Fakta itu terlampir dalam laporan kinerja perseroan tahun 2005 yang diterima kongres. Oleh karena itu, ia bertekad mengubah budaya kerja GM di bawah asuhannya per 2014. "Kami tidak menjalankan bisnis dengan cara seperti itu lagi," tuturnya.

Opini publik sendiri terbelah dalam menyikapi skandal recall perusahaan otomotif terbesar Amerika itu. Menurut pantauan Monexnews terhadap beberapa media, sebagian besar warga memberikan komentar pembelaan untuk Mary Barra, karena ia bukanlah orang yang mengatur operasional GM dalam satu dasawarsa terakhir. Ia baru saja menjabat posisi CEO per bulan Januari lalu dan sudah diwariskan budaya bisnis yang 'bobrok' dari pendahulunya. Sementara ada juga warga yang menganggap ia tetap harus bertanggungjawab karena skandal tersebut muncul di bawah periode kepemimpinannya.

Pada pertengahan Maret lalu, kasus recall GM resmi masuk ranah hukum saat Jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi pada mobil-mobil yang dijual di Amerika. Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. GM sendiri telah melakukan recall mulai Februari untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

Sebagai wujud tanggung jawabnya, GM menawarkan berbagai fasilitas kepada konsumen yang dirugikan mulai dari peminjaman mobil pengganti secara gratis hingga pemberian uang kompensasi $500 kepada pemilik mobil baru selama kendaraan mereka di-servis di bengkel.

Pada 13 Februari lalu, perusahaan mengumumkan penarikan lebih dari 780,000 model Cobalt dan Pontiac G5 (keluaran 2005-2007). Kemudian dua pekan berselang, GM juga me-recall 842,000 unit Saturn Ion compact (2003-2007), dan Chevrolet HHR SUV serta Pontiac Solstice dan Saturn Sky sports car (2006-2007). Total mobil yang ditarik ke dealer mencapai hampir 7 juta unit di seluruh dunia pada tahun ini.

Sementara langkah antisipasi untuk menghindari kasus serupa juga diambil oleh Mary Barra. Ia menunjuk insinyur senior, Jeff Boyer, sebagai Vice President untuk bagian Keamanan Produk Global mulai bulan lalu. Pria yang sudah bekerja untuk perusahaan selama 40 tahun ini dipercaya untuk menduduki posisi yang baru saja dibentuk sebagai pemegang komando dalam aspek keamanan kendaraan. Untuk pertama kali dalam sejarah GM, pimpinan yang terkait dengan unsur safety mendapat posisi setara dengan vice president untuk divisi lainnya. "Rincian tanggung jawab Boyer akan segera diterjemahkan supaya masalah keamanan pada produk GM bisa dicarikan solusinya," ujar Mary Barra kepada awak media kemarin.

Jeff Boyer sendiri sebelumnya adalah direktur pelaksana untuk divisi engineering dan pengembangan sistem di General Motors. Pria berusia 58 tahun ini juga sempat kebagian tanggung jawab untuk mengurus proses sertifikasi performa dan keamanan produk. Namun ia relatif bersih dari skandal recall karena sewaktu masalah cacat produksi pertama kali diketemukan pada tahun 2004 silam, ia masih menduduki posisi di bagian purchasing.

Di hadapan kongres semalam, Mary Barra menyatakan siap memenuhi tanggung jawab moral dan hukum kepada keluarga korban meninggal. Namun ia masih akan menunggu putusan kongres dan pengadilan terkait skandal perusahaannya. Untuk mengurus proses hukum, GM menunjuk pengacara kenamaan Kenneth Feinberg, yang dikenal ahli mengurus masalah ganti rugi seperti dalam kasus 9/11 dan tumpahan minyak British Petroleum.

[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $34.34 atau melemah 0.23% pada sesi perdagangan Selasa (01/04)]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar