Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news Inflasi Inggris tumbuh pada laju tahunan 1.6% di Desember vs 1.2% di November, estimasi 1.4%

cfd CFD

Deutsche Bank Gagal Samai Laba Bersih Tahun Lalu

Selasa, 29 April 2014 13:29 WIB
Dibaca 466

Monexnews - Bank-bank Eropa sedang menghadapi periode sulit dalam bisnisnya masing. Fakta itu terungkap kembali hari ini saat Deutsche Bank merilis laporan laba rugi untuk masa perhitungan kuartal I 2014.

Deutsche Bank AG mencetak profit bersih 1.08 miliar Euro atau $1.39 miliar di triwulan pertama. Raksasa perbankan asal Jerman ini memang sukses memenuhi target laba versi analis (927 juta Euro) namun gagal melampaui capaian laba bersih kuartal I 2013 (1.65 miliar Euro).

Sementara untuk untuk komponen likuiditasnya, Deutsche Bank mengklaim rasio modal inti Tier 1 adalah sebesar 9.5% di akhir bulan Maret kemarin. Pada kuartal II atau III tahun ini, otoritas perbankan Eropa yang baru akan mulai aktif bekerja. Peraturan yang baru secara simultan juga akan mendorong rasio modal menjadi 9% sehingga Deutsche Bank terancam menjadi salah satu bank dengan kecukupan modal paling rapuh di kawasan.

Investor memang sedang khawatir dengan daya tahan bank-bank jelang stress test yang akan digelar dalam waktu dekat. Pemegang saham beberapa bank Eropa menekan pihak direksi supaya menambah pos likuiditasnya agar sesuai dengan batas kelulusan uji ketahanan. Sejumlah lembaga yang diminta untuk segera menambah cadangan modalnya antara lain Deustche Bank, Credit Suisse dan Barclays, yang dalam dua tahun terakhir sudah berada dalam pengawasan pemerintah masing-masing negara.

Seperti diketahui, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi lembaga super-power dalam struktur pengawasan industri perbankan di benua biru. Di bawah aturan perbankan yang baru, lembaga pimpinan Mario Draghi ini mempunyai wewenang untuk menghukum bank-bank yang 'nakal'. Namun sebelum berada langsung di bawah ECB, bank-bank harus melewati stress test yang digelar oleh pihak pengawas masing-masing dan otoritas Uni Eropa.

Tujuan utama dari pemberian wewenang pengawasan bank kepada ECB adalah untuk memperketat ruang spekulasi dan pelanggaran di sektor ini. Anggota Uni Eropa sepakat untuk tidak mengulangi kesalahan sistem yang menyebabkan beberapa negara bangkrut dan terpaksa menerima dana bail out.

Manfaat dari stress test atau uji ketahanan pada musim gugur tahun ini adalah untuk mengetahui status keuangan masing-masing bank dan sejauh mana mereka bisa bertahan di tengah skenario krisis sistemik seperti yang melanda Amerika Serikat dan Eropa beberapa tahun silam. Setelah itu, ECB akan memberikan rekomendasi serta memberikan pengawasan khusus bagi bank-bank yang kondisi neracanya kurang ideal. Bank swasta harus bisa mencatat kecukupan modal 8pc untuk skenario kondisi normal dan 5.5pc di tengah situasi krisis.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar