Kamis, 27 Juli 2017

cfd  CFD

Dihalangi Pemerintah AS, Lenovo Optimis Selesaikan Akuisisi Server IBM

Rabu, 2 Juli 2014 13:45 WIB
Dibaca 658

Monexnews -  Produsen komputer asal China, Lenovo Group Ltd. berkeyakinan dapat menuntaskan akuisisi bisnis server yang dimiliki oleh International Business Machines Corp (IBM) sebelum akhir tahun 2014. Mekanisme pembelian memang sudah disepakati namun penyelesaiannya belum tentu bisa diteken tahun ini karena dihalangi oleh pemerintah Amerika Serikat. Otoritas di negara itu sedang mempelajari apakah akuisisi ini nantinya bisa mengancam keamanan nasional, mengingat selama ini server IBM menjadi lokasi penyimpanan data-data penting.

"Tidak ada perubahan tentang rencana itu (akuisisi server IBM)," ujar Chief Executive Lenovo, Yang Yuanqing dalam sebuah konferensi pers pasca RUPS tahunan pada hari Rabu. Setelah sukses mengakuisisi Hewlett-Packard dan menjadikan dirinya sebagai produsen PC terbesar dunia, Lenovo mencoba memantapkan line-up bisnisnya dengan membeli unit server IBM x86 senilai $2.3 miliar. Sementara rencana perluasan usaha ke industri ponsel via akuisisi Motorola Mobility dijadwalkan bisa selesai tahun ini dengan nilai transaksi $2.91 miliar. Lenovo sudah mengumumkan persetujuan formal untuk membeli server IBM dan Motorola pada awal tahun ini, namun perusahaan belum bisa memastikan apakah prosesnya bisa final sebelum akhir 2014.

Menurut The Wall Street Journal bulan lalu, penyelesaian akuisisi server IBM masih terganjal restu lembaga keamanan Amerika Serikat. Pemerintah konon takut kalau akses keamanan nasional bisa disusupi oleh pihak luar selepas penjualan server IBM> Walaupun memakai komponen buatan asli  Amerika, otoritas khawatir hacker bisa masuk ke dalam sistem dari jarak jauh.

CEO Yang mengakui dirinya tidak punya urusan dengan perizinan dari pihak pemerintah Amerika. Namun ia mengaku Lenovo selalu menjunjung tinggi faktor keamanan servernya sehingga pemerintah Amerika tidak perlu takut datanya tercuri. "Lihat saja sejarah kami, tidak pernah ada urusan keamanan dengan klien di dalam dan luar negeri," ujarnya.  

Pemerintah Amerika sendiri sepertinya sedang berhitung untung rugi dari penjualan server x86 miik IBM ke perusahaan asing. Seperti diketahui, server ini dipakai sebagai basis penyimpanan data komunikasi dan komputer yang menyokong aktivitas di Pentagon. Lenovo sendiri sempat mengalami masalah serupa saat membeli bisnis PC IBM di tahun 2005. Walaupun penjualannya disetujui oleh pemerintah, beberapa lembaga penting sudah tidak memakai Lenovo sebagai alat operasionalnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar