Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

Dipinang dengan Mahar Rp222 triliun, Whatsapp Terlalu Mahal?

Jumat, 21 Februari 2014 12:23 WIB
Dibaca 1057

Monexnews - Pelaku bisnis dan investasi pekan ini dikejutkan oleh kabar salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah teknologi Amerika Serikat. Angka $19 miliar atau lebih dari $222 triliun digelontorkan oleh Facebook untuk mengambil alih kepemilikan penyedia layanan pesan singkat, Whatsapp. Beberapa saat setelah berita itu terkonfirmasi, muncul pertanyaan; apakah yang diinginkan Mark Zuckerberg dari 'mainan' barunya ini?

Sebagian kalangan menilai langkah pembelian Whatsapp sebagai kekeliruan. Bukan karena proses akuisisi yang berjalan instan, namun lebih kepada jumlah uang yang disodorkan oleh Facebook. Angka $19 miliar bisa jadi terlalu mahal hanya untuk mengakuisisi sebuah perusahaan pesan singkat, meskipun market share yang dikuasainya memang cukup luas.

Whatsapp adalah aplikasi pesan singkat yang memudahkan penggunanya untuk berkirim pesan, suara, foto dan saling berbagi lokasi. Fitur layanannya kurang lebih sama dengan aplikasi sejenis seperti WeChat, BBM atau Line. Menurut data yang beredar di media, Whatsapp memiliki pengguna aktif sebanyak lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia, dan terus bertambah setiap harinya. Mereka dikenal sangat aktif, sebagaimana terlihat dari total pengiriman foto yang mencapai 600 juta setiap 24 jam atau lebih banyak dibandingkan jumlah pengunggahan foto di Facebook sendiri. Bahkan jika diperbandingkan dari sisi pengguna aktif, Facebook juga kalah dari Whatsapp karena total pelanggannya yang online per hari hanya sekitar 62% atau lebih sedikit jika disejajarkan dengan pengguna aktif Whatsapp yang mencapai 70% dari total konsumennya. Sebanyak 19 juta pesan Whatsapp bertebaran di seluruh dunia tiap hari, termasuk 200 juta pesan suara dan 100 juta video. Impresif!

Kalau keunggulan tersebut belum bisa meyakinkan investor tentang potensi keuntungan dari bisnis aplikasi pesan singkat, fakta berikut ini dapat memperkuat asumsi betapa usaha ini begitu menjanjikan. Whatsapp mempunyai basis pengguna yang loyal di wilayah Eropa, India dan Amerika Selatan, lokasi di mana Facebook belum benar-benar mampu menaklukkannya. Jika dihitung berdasarkan pertumbuhan jumlah pengguna, Whatsapp mampu mengundang 1 juta pelanggan baru per hari hanya dengan memungut biaya $1 per orang/tahun. Kalau memang penyedia layanan pesan ini mampu mempertahankan kinerja pemasarannya, maka pada tahun depan jumlah orang yang meng-install Whatsapp di perangkat mobile dan smartphone akan menembus angka fantastis 1 miliar. 

Sejak didirikan pada tahun 2009 silam, Whatsapp memang langsung disukai oleh publik karena mampu menjembatani keperluan komunikasi antar platform, tidak seperti BBM yang dahulu hanya bisa dipakai oleh sesama pengguna Blackberry. Walau dianggap sebagai komponen sektor teknologi anak bawang, aplikasi chat justru mampu menarik lebih banyak konsumen dibandingkan layanan media sosial. Dalam periode empat tahun terakhir, Facebook hanya mampu menyerap 145 juta pengguna, Gmail menguasai 123 juta pengguna email dan Twitter cuma berhasil merangkul 54 juta tweeps. Adapun anak usaha Microsoft, yaitu Skype, juga masih berjuang mempertahankan kesetiaan 52 juta konsumennya. Bahkan jika jumlah pengguna keempat media sosial dan email tersebut digabungkan, angkanya tidak akan mengimbangi angka pengguna Whatsapp secara global.

Pembelian Whatsapp merupakan aksi korporasi Facebook yang paling meyita perhatian publik setelah IPO. Pada tahun 2012 lalu, Facebook juga sempat menuntaskan salah satu akuisisi paling monumental dalam sejarah teknologi Amerika dengan membeli aplikasi photo-sharing, Instagram. Sama seperti sekarang, kala itu mahar pembelian senilai $1 miliar dianggap berlebihan karena Instagram bukanlah perusahaan yang diperhitungkan. Jika dikalkulasi berdasarkan jumlah pengguna Instagram pada saat itu, yang baru sebanyak 33 juta orang, maka Facebook harus merogoh kocek $30 untuk 'membeli' satu orang pengguna. Sedangkan kini untuk Whatsapp, jumlah dana yang harus dikeluarkan oleh Mark Zuckerberg jauh lebih besar karena satu orang penggunanya 'dihargai' dengan nominal $42.

Mahal? Bisa dibilang tidak. Hanya dengan memungut biaya $1 per pengguna per tahun, Facebook bisa melaba sekitar $1 miliar mulai tahun depan hanya dari uang iuran. Lebih dari itu, pihak direksi kemungkinan akan mengubah beberapa fitur dalam pesan singkat tu sehingga turut menopang trafifc penggunanya ke situs Facebook dan mengenjot pemasukan iklan. Entah strategi apalagi yang akan dipakai oleh Mark Zuckerberg dan kolega untuk mengoptimalkan unit bisnis barunya itu. Sebagian besar pengguna berharap Whatsapp tetap mempertahankan aspek kemudahan yang selama ini ditawarkannya dan tidak menaruh iklan sebanyak aplikasi chat lain seperti Line dan Kakaotalk. Apapun yang akan dilakukan oleh tim inovasi Facebook, mereka harus berhati-hati dalam merancang konsep bisnis baru supaya tidak ditinggalkan konsumen. Logikanya, ketika suatu perusahaan berani menggelontorkan investasi Rp222 triliun, mereka tentu sudah mempertimbangkan untung ruginya bukan?


Dikumpulkan dari berbagai sumber:

CNN Money
Tech Crunch
Wikipedia

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar