Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Dipuji Morgan Stanley, Saham Tesla Naik Tinggi

Rabu, 4 Februari 2015 14:33 WIB
Dibaca 1172

Monexnews - Walaupun harga sahamnya sudah anjlok 25% dari posisi tertingginya di bulan September lalu, Tesla masih dianggap sebagai portofolio menjanjikan di masa depan. Menurut analisis bank investasi Morgan Stanley, saham Tesla akan naik lagi sampai dengan musim semi mendatang.

"Kami melihat adanya sederet berita bagus yang segera datang. Alasan fundamental inilah yang akan membuka ruang penguatan harga," ujar Analis Adam Jonas. Saham perusahaan asal Palo Alto itu semalam memang masih bertengger di posisi $217-an atau jauh di bawah rekor tertinggi bulan September 2014 lalu, $286. Akan tetapi Jonas meyakini kalau harga akan kembali ke $250 di sekitar musim semi mendatang.

Kombinasi antara penguatan kurs Dollar dan penurunan harga minyak memang tidak berdampak bagus terhadap Tesla. Di sisi lain, harga sahamnya juga terbilang pada level yang mahal dan kurang atraktif untuk dikoleksi. Namun Morgan Stanley melihat adanya alasan bagus untuk mulai mengoleksi Tesla, yaitu:

1. Kenaikan angka penjualan di pasar internasional
2. Kabar baik tentang proyek pengembangan baterai kendaraan
3. Model X siap dilepas di kuartal III 2015 dan diharapkan mendapat sambutan baik di pasaran

Seperti diketahui, Tesla telah mengumumkan rincian rencana pembangunan pabrik raksasa. Tujuan utamanya adalah membuat mobil listrik secara massal dengan harga yang lebih murah. Pembuatan baterai yang hemat dan berdaya tahan tinggi diharapkan bisa menghasilkan harga yang kompetitif bagi mobil elektrik di masa depan. Panasonic kebagian menjadi penyuplai baterainya karena ikut menanamkan modal dalam jumlah besar. Dengan membuat baterai lithium-ion secara massal, Tesla berharap harga jual produknya jadi lebih murah bagi konsumen. Setelah pabrik mulai aktif, harga Tesla Model 3 ditargetkan turun menjadi $30.000 hingga $40.000 dan Model S lebih murah menjadi $70.000 per unit.

Dari sekian banyak kota yang dijajaki untuk pendirian fasilitas canggih ini, Nevada akhirnya terpilih sebagai lokasi akhir. Negara bagian Nevada akan memberikan fasilitas keringanan pajak dan insentif lainnya senilai total $1.25 miliar kepada Tesla. Namun sebagai timbal baliknya, pemda diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi sampai $100 miliar dalam 20 tahun ke depan. Keberadaan pabrik Tesla diprediksi mampu menyerap 6500 karyawan dan membuka setidaknya 22.500 lapangan kerja baru di wilayah sekitarnya. Sementara Kantor Pengembangan Ekonomi Nevada memprediksi Gigafactory mampu memberi pemasukan sekitar $1.9 miliar kepada badan dan instansi daerah dalam dua dasawarsa ke depan.

Sedangkan untuk fasilitas pajaknya, Tesla akan mendapat tax breaks senilai total $725 juta dalam 20 mendatang dan keringanan $332 juta untuk pajak properti dalam satu dasawarsa ke depan. Tidak hanya itu, Tesla juga akan mendapat diskon $8 juta dari PLN untuk tagihan listriknya. Proyek ambisiun ini diharapkan menjadi titik balik eksistensi Tesla di industri otomotif dunia. "Pada suatu saat nanti, saham Tesla akan kembali melampaui $280," tutup Jonas dengan yakin.

[Harga saham Tesla akhirnya ditutup pada posisi $218.36 di sesi perdagangan hari Selasa (03/02) atau menguat 3,5% dibandingkan level pembukaan.]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar