Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Disney Tutup Produksi Merchandise di Bangladesh

Jumat, 3 Mei 2013 10:45 WIB
Dibaca 481

Monexnews - Perusahaan yang memiliki basis produksi di negara Bangladesh mulai bergegas mengalihkan investasinya. Kabar terbaru menyebut Walt Disney tidak akan lagi membuat merchandise di negeri yang baru saja mengalami tragedi berdarah itu.

Pekan lalu dunia dikejutkan oleh peristiwa runtuhnya bangunan pabrik di Bangladesh yang memakan 400 korban jiwa. Tragedi ini menyusul kebakaran yang memakan korban jiwa sebanyak 112 pekerjadi pabrik pembuatan pakaian Tazreen di ibukota Dhaka, yang menewaskan 112 orang. Sebuah pabrik di negara tetangga yaitu Pakistan juga menewaskan 262 pegawai garmen bulan September lalu.

Sederet kecelakaan pekerja itu membuat pihak pemakai jasa ragu dengan standar keamanan di Bangladesh. Sebagian besar perusahaan yang berbasis di Amerika dan Eropa lebih memilih untuk memindahkan pabriknya sebagai wujud tanggung jawab dan antisipasi terhadap segala bentuk ancaman terhadap distribusi barang. Walt Disney sendiri lebih menganggap rendahnya pengawasan pemerintah sebagai biang bencana kemanusiaan itu. 

Walt Disney telah mengirimkan surat penghentian kontrak kerja kepada pihak vendor sekaligus lisensi pembuatan produk merchandise-nya. Menurut pihak direksi, Bangladesh telah masuk dalam daftar negara dengan risiko tinggi dalam hal standar keamanan. Tidak hanya itu, Disney juga memutus kontrak kerja dengan pihak vendor asal negara Ekuador, Venezuela, Belarusia dan Pakistan. Menurut perseroan, keputusan itu diambil sebelum peristiwa runtuhnya bangunan pabrik di Bangladesh terjadi pekan lalu.

"Setelah melalui diskusi intensif, kami merasa bahwa cara ini merupakan jalan terbaik untuk menjaga rantai suplai di masa depan," ujar Bob Chapek, President of Disney Consumer Products. Pun demikian, penghentian kontrak kerja dengan vendor dari lima negara tidak akan mempengaruhi produksi merchandise Disney karena rasio produksi di masing-masing negara hanya sekitar 1%. Adapun perhitungan yang dipakai dalam penentuan kebijakan kontrak kerja mengacu pada laporan Bank Dunia tentang tata kelola pemerintah, termasuk akuntabilitas, korupsi dan kekerasan. Kelima negara tadi memiliki pemerintah dengan nilai terendah dalam laporan World Bank. Namun pemutusan kontrak baru efektif berlaku April tahun depan atau satu tahun lagi. Harga saham Disney (DIS) ditutup pada level $63.88 atau naik 1.06% pada sesi perdagangan Kamis (02/05).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar