Selasa, 25 Juli 2017

cfd  CFD

Dominasi Samsung Digoyang Pabrikan Smartphone Asia

Kamis, 30 Oktober 2014 13:41 WIB
Dibaca 1069

Monexnews - Samsung memang masih kuat bertengger sebagai produsen ponsel paling laris sedunia. Namun apabila tidak ada gebrakan baru dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin dominasinya digoyang Apple atau bahkan oleh produsen smartphone asal China.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh International Data Corporation (IDC), Samsung masih menjadi pabrikan dengan volume pengiriman smartphone terbanyak ke seluruh dunia. Kemudian disusul oleh rival utamanya, Apple, dan produsen lain asal Asia seperti Xiaomi, Lenovo dan LG. Akan tetapi jika dihitung dalam setahun terakhir, jumlah pengiriman smartphone Samsung menurun di tengah berkurangnya permintaan ponsel dari seluruh dunia. Selain itu, banyaknya merk-merk baru yang keluar turut menurunkan daya tarik ponsel buatan raksasa Korea ini. Kontribusi penjualan terbesar Samsung dalam satu tahun terakhir hingga kuartal III 2014 berasal dari ponsel-ponsel dengan harga menengah dan murah sehingga tidak heran jika harga penjualan rata-ratanya turun.

Untuk kuartal III, kenaikan volume pengiriman terbanyak dicatat oleh Apple berkat varian iPhone 5 dan 6 yang disambut baik oleh konsumen. Alhasil kuartal III 2014 menjadi triwulan III terbaik dalam sejarah pengiriman ponsel perusahaan asal Amerika tersebut. Merk-merk pesaing lain semacam Lenovo dan LG juga mampu mencatat kenaikan jumlah pengiriman , terutama untuk produk-produk ponsel murah seharga kurang dari $100. Pasar China dan Asia Tenggara menjadi wilayah primadona penjualan di tahun 2014.

Seperti diberitakan oleh Monexnews sebelumnya, Samsung Electronics membukukan penurunan laba dalam jumlah terburuk dalam 3 tahun terakhir di kuartal III 2014. Ketatnya persaingan di industri ponsel menggerogoti pangsa pasar Samsung untuk penjualan smartphone tingkat global. Di pasar premium, Samsung menghadapi rivalitas ketat dengan Apple sedangkan di pasar ponsel murah raksasa negeri ginseng ini dikerubuti oleh Lenovo, LG dan Xiaomi.

Laba operasional Samsung tahunan turun 60,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di angka 4,1 triliun Won. Laba dari divisi bisnis mobile anjlok dari 6,7 triliun Won menjadi hanya 1,75 triliun Won.

Samsung mengakui bahwa masa depan unit bisnis mobile-nya masih diliputi ketidak-pastian. Analis juga memperkirakan Samsung akan menorehkan laba terkecilnya dalam 3 tahun terakhir di akhir 2014 meski perusahaan telah merilis produk anyar semacam phablet Galaxy Note 4. Survei Reuters menghasilkan prediksi bahwa laba Samsung hanya akan mencapai 26,4 triliun Won di akhir tahun nanti atau lebih rendah dari rekor laba tahun lalu di 36,8 triliun Won. Padahal untuk periode yang sama, produsen anak bawang Asia seperti Xiaomi justru mengukir rekor pengiriman ponsel terbanyak. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar