Senin, 29 Mei 2017

cfd  CFD

Dua Bank Prancis Cetak Raihan Laba yang Berbeda

Rabu, 7 Mei 2014 13:28 WIB
Dibaca 437

Monexnews - Dua perusahaan sektor finansial terbesar di Prancis, Societe Generale dan Credit Agricole, baru saja merilis laporan laba rugi untuk periode kuartal pertama 2014. Keduanya mencatat kinerja berbeda walaupun bergerak di bisnis yang sama.

Societe Generale mengalami penurunan laba sebanyak 13% dari 364 juta Euro (kuartal I 2013) menjadi 315 juta Euro. Pihak perusahaan mengklaim kinerja negatif tersebut dipengaruhi oleh penghapusan beberapa unit bisnis yang terkait dengan negara Rusia. Prancis sendiri memang merupakan negara dengan jumlah kreditur terbesar bagi negara-negara di Eropa Timur. Tidak heran jika pemberlakuan sanksi blok barat kepada Rusian turut menghambat upaya menarik keuntungan dari wilayah tersebut.

Societe bahkan memiliki investasi dalam jumlah besar pada beberapa bank lokal Rusia. Pada 2006, perusahaan ini membeli 20% saham Rosbank senilai $634 juta guna menerobos pasar perbankan negeri beruang merah. Sejak saat itulah, Societe terus mengumpulkan kepemilikan sahamnya di Rosbank hingga menjadi 99.4%, sekaligus mendukung bank itu dengan kekuatan menajerial dan teknologi.

Sayangnya, strategi merjer dan akuisisi Societe belum menemui hasil. Pada kuartal I lalu, perusahaan hanya mampu menghasilkan laba operasional 7 juta Euro atau jauh di bawah angka 61 juta Euro yang tercatat pada tahun lalu. Sementara dari sisi revenue, pos pemasukan tetap solid dengan kenaikan sebesar 14% dari 4.98 miliar Euro ke angka 5.68 miliar Euro.

Laporan berbeda justru diumumkan oleh Credit Agricole, yang sukses melipatgandakan labanya dalam setahun terakhir. Laba bersih bank terbesar ke-dua di Prancis ini melonjak dari 469 juta Euro (kuartal I 2013) menjadi 868 juta Euro. Adapun jumlah pinjaman yang tidak berkualitas juga berkurang dari 739 juta Euro menjadi 590 juta Euro. Revenue naik 9.7% dari 3.66 miliar Euro menjadi 4.01 miliar Euro.

Agricole mengklaim kenaikan laba diakibatkan oleh penurunan biaya operasional dan jumlah pinjaman yang tidak produktif. Walaupun sempat terimbas oleh krisis hutang regional, bank ini mampu memutarbalikkan nasib berkat restrukturisasi di sektor ritel, manajemen aset dan asuransi. Pihak direksi juga melakukan penghematan besar-besaran dalam dua tahun terakhir.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar