Rabu, 26 Juli 2017

cfd  CFD

Dua Pekan Lagi, iPhone Anyar 'Mendarat' di China

Selasa, 30 September 2014 13:22 WIB
Dibaca 752

Monexnews - Apple Inc hari ini mengumumkan waktu penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di negara China. Konsumen setia iPhone di Tiongkok sudah bisa membeli smartphone idamannya pada hari Jumat, 17 Oktober 2014 di 3 gerai distributor resmi dan dealer Apple.

Dua seri iPhone terbaru akan dipasarkan oleh tiga operator terbesar Tiongkok yaitu China Mobile, China Telecom dan China Unicom di seluruh wilayah China daratan. Nantinya pengguna iPhone dapat menggunakan fasilitas akses 4G/LTE melalui ponselnya karena ketiga provider tadi sudah memiliki layanan tersebut. Konsumen bisa mengikuti sistem pre-order yang dibuka tanggal 10 Oktober dan bagi yang ingin mengambilnya langsung di gerai resmi, pemesanan sudah bisa dilakukan sejak tanggal 14 Oktober.

"Kami tidak sabar untuk membawa iPhone 6 dan 6 Plus ke China melalui 3 operator terbesar di sana," ujar CEO Apple, Tim Cook. Ia juga memuji kualitas layanan provider Tiongkok, yang sudah mampu memperluas jaringan 4G/LTE sehingga calon konsumen bisa mengoptimalkan kapasitas iPhone-nya nanti.

Apple dan China memiliki hubungan simbiotik dari aspek pemasukan laba dan pendapatan negara. iPhone memiliki reputasi besar sebagai ponsel cerdas paling digemari di seluruh dunia. Setiap seri terbarunya selalu laris diburu pembeli meski harganya tidak tergolong murah. Tidak heran jika negara yang merakitnya juga mendapat berkah dari tingginya angka penjualan smartphone tersebut.

Perekonomian China diprediksi akan diuntungkan dari keluarnya iPhone 6. Menurut Bank of America Merrill-Lynch (BofA-ML), pertumbuhan ekspor Tiongkok akan bertambah 1% akibat pengiriman produk iPhone ke luar negeri. Tidak hanya sampai di situ, sektor ekspor Taiwan diyakini juga 'ketiban' berkah dari iPhone, dengan potensi kenaikan ekspor antara 1% dan 2% per bulan.

"Pertumbuhan ekspor China dan Taiwan hanya sebesar 4,9% dan 4,4% per tahun di kuartal II 2014. Jadi, peningkatan sebesar 1% atau 2% tentu bukanlah jumlah yang kecil," ujar Ting Lu, Ekonom BofA-ML dalam suatu wawancara dengan media bulan lalu. Bagi China sendiri, peningkatan ekspor dari iPhone tidak akan sebesar Taiwan karena perusahaan manufaktur di Tiongkok hanya terlibat dalam pembuatan komponen-komponen kecil iPhone. Sedangkan Taiwan akan mendapat stimulus ekspor cukup besar dari penjualan salah satu produk Apple ini karena negara ini adalah perakit utama iPhone 6. BofA-ML memperkirakan penjualan iPhone mampu menyuntik kontribusi 40 basis poin terhadap nilai perekonomian Taiwan tahun 2014.

[Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $100.11 atau melemah 0,64% pada sesi perdagangan hari Senin (29/09).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar