Minggu, 28 Mei 2017

cfd  CFD

Dunkin' Berambisi Buka Ratusan Outlet di India

Senin, 1 Desember 2014 15:27 WIB
Dibaca 1626

Monexnews - Dunkin' Donuts, salah satu unit usaha Dunkin' Brands, berencana membuka toko baru di India sehingga jumlah outlet-nya di negara itu bertambah dari 36 menjadi 100 sampai dengan tahun 2017 mendatang. Sementara untuk jangka panjang (sampai dengan 2030), total toko baru ditargetkan mencapai 500 unit. 

Donat dan kopi memang bukan makanan favorit di India sehingga Dunkin' agak lambat dalam melakukan ekspansi bisnis di sana. Namun seiring masuknya merk-merk makanan cepat saji baru, secara perlahan minat konsumsi snack warga India meningkat. Meski bukan spesialis burger, roti isi buatan Dunkin bahkan mampu menyumbang sepertiga pemasukan terhadap total pendapatan perusahaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dunkin' Brands Group Inc gagal memenuhi target laba pada kuartal II lalu. Perusahaan induk dari restoran Dunkin' Donuts dan Baskin Robbins ini mengaku bisnisnya terkendala oleh berbagai tantangan.

Sepanjang kuartal II 2014, Dunkin' hanya mampu meraup keuntungan $46,2 juta atau 43 sen per saham, lebih tinggi dibandingkan laba tahun lalu yang sebesar $40,8 juta (38 sen per saham). Sementara total penghasilan usaha naik 4.6% menjadi $190,9 juta. Walaupun labanya bertambah, kenaikannya berada di bawah perkiraan pelaku pasar dan perusahaan. Analis yang disurvei oleh Thomson Reuters sebelum memprediksi laba per saham akan tembus 47 sen dan pemasukan mencapai $198,5 juta.

Setelah melihat laporan yang ada, pihak direksi langsung memangkas target pertumbuhan omset untuk tahun 2014 dari 6-8% menjadi 5-7%. Keuntungan setahun penuh juga direvisi dari $1.79-1.83 menjadi $1.73-1.77 per sahamnya. Perusahaan menyalahkan 3 faktor yang menghambat bisnis mereka yaitu, persaingan yang semakin keras, cuaca buruk dan pergeseran trend di kalangan konsumen. Padahal di awal tahun Dunkin' bertekad untuk memperluas jaringan restorannya di Amerika, memperkuat pasar internasional dan mengubah strategi bisnis es krim-nya. "Tampaknya kami terkendala oleh masalah ekonomi makro. Hal ini berdampak pada perubahan populasi konsumen setia Dunkin'," kata CEO Nigel Travis dalam jumpa persnya bulan Juli lalu. Sementara di Amerika, Travis menuding berkurangnya kebijakan ekonomi pemerintah telah menurunkan daya beli warga.

[Harga saham Dunkin' Group (DNKN) ditutup menguat ke posisi $48.35 atau naik 1,98% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (28/11).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar