Minggu, 4 Desember 2016

cfd CFD

Eks-CEO JC Penney Buka Peluang ke Apple

Selasa, 9 April 2013 15:04 WIB
Dibaca 609

Monexnews - JC Penney akhirnya memberhentikan CEO Ron Johnson karena dinilai gagal melakukan restrukturisasi bisnis dalam setahun terakhir. Media berspekulasi bahwa Johnson akan kembali ke kantor lamanya Apple inc. Terlebih lagi, posisi kepala divisi ritel produsen iPhone ini sedang lowong dan sesuai dengan CV Ron Johnson. Figur yang bersangkutan memang belum berkomentar apapun, akan tetapi Johnson dikenal memiliki hubungan yang baik dengan jajaran manajemen Apple. 

JC Penney merupakan salah satu emiten bursa saham Amerika Serikat yang mengalami masa-masa sulit di tahun 2012. Kinerja bisnisnya lesu dan membuat pos keuangan menjadi tidak sebaik beberapa tahun sebelumnya. Tidak heran jika jajaran direksi dipaksa menanggung konsekuensi pahit berupa pemotongan bonus tahunan beberapa hari lalu.

Perusahaan toko retail pakaian ini telah memangkas kompensasi bonus bagi CEO-nya untuk tahun buku 2012. Kalau pada tahun lalu eks -CEO Ron Johnson bisa membawa pulang cek senilai $53,3 juta, maka tidak demikian halnya dengan sekarang. Sang CEO 'hanya' dapat mengantongi bonus $1,9 juta plus surat pemecatan dari dewan direksi.

Sinyal akan adanya perombakan jajaran tinggi JC Penney memang mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Padahal di awal kiprahnya bersama produsen pakaian ini, Johnson mendapat begitu banyak fasilitas. Dalam klausul kontrak kerja di tahun 2011 ia sudah menerima hadiah saham senilai $52,7 juta. Untuk tahun 2012, eks-karyawan Apple ini memang tidak mendapat bonus saham namun masih menerima bonus tunai meski nilainya turun 44%. Terlepas dari penurunan bonus yang diterimanya, Ron Johnson masih menikmati berbagai fasilitas dari posisinya sebagai CEO. Selain gaji pokok sebesar $1,5 juta, ia juga berhak atas tunjangan lain senilai lebih dari $344.000 termasuk penggunaan jet pribadi dan $30.000 untuk biaya sistem keamanan tempat tinggal. Sekarang semua tunjangan itu tidak bisa dinikmati karena JC Penney tidak menginginkannya lagi.

Saham JC Penney anjlok hingga 60% dalam setahun belakangan akibat performa penjualan yang negatif. Sejak mengambilalih perusahaan di tahun 2011, Johnson telah mengambil inisiatif restrukturisasi termasuk penurunan harga produk, pengubahan desain toko dan program tambahan seperti potong rambut gratis bagi anak-anak. Namun sampai sekarang efek kebijakan-kebijakan itu terbilang nihil. Perusahaan mengalami kerugian $427 juta di kuartal IV tahun lalu akibat penurunan angka penjualan sebanyak 28% dibandingkan satu tahun sebelumnya. Ketika berbicara di hadapan analis pasar keuangan bulan Februari silam, Johnson mengaku bahwa JC Penney melakukan kesalahan di tahun 2012. Namun ia mengklaim perusahaannya sukses mengendalikan biaya pengeluaran, membangun platform teknologi dan memberikan pengalaman belanja kepada pelanggan.

Kicauan di Twitter memang menyebut dirinya sudah mendapat tempat di salah satu kursi direksi Apple. Namun banyak pula yang menilai 'kepulangan' Johnson ke perusahaan lamanya sebagai sesuatu yang mustahil. "Saya tidak melihat ada kemungkinan itu karena Apple buka tipe perusahaan yang mau menarik orang lamanya lagi," ujar Adam Lashinsky, penulis buku tentang perjalanan bisnis Apple. Menurut Lashinsky, Steve Jobs dulu menunjuk Johnson sebagai arsitek penjualan ritel karena bisnis Apple kala itu belum sebaik sekarang. Kembalinya Johnson ke kursi manajemen Apple dipandang Lashinsky sulit terjadi namun ia bisa jadi laku keras di pasar lowongan kerja karena banyak perusahaan yang tentu mau bayar mahal untuk jasanya. Harga saham JC Penney semalam ditutup di $15.87 atau naik 2,7%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar