Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

cfd  CFD

Emirates Batalkan Pesanan 70 Pesawat A350 Milik Airbus

Kamis, 12 Juni 2014 6:36 WIB
Dibaca 882

Monexnews - Airbus mendapatkan kejutan untuk pesawat terbarunya pada hari Rabu saat Emirates asal Dubai membatalkan pesanan senilai 16 milyar dollar untuk pesawat tipe A350, menekan turun saham produsen pesawat terbang Eropa tersebut dan produsen mesin pesawat terbangnya yaitu Rolls-Royce. Keputusan yang mengejutkan oleh konsumen terbesar Airbus tersebut untuk membatalkan semua pesanan 70 unit A350 datang beberapa bulan sebelum pesawat jet bermoncong panjang tersebut akan mulai mengudara dan menghilangkan sekitar 9% dari jumlah pesanan A350 yang membutuhkan waktu 8 tahun dan dana senilai 15 milyar dollar untuk dikembangkan.

Airbus mengatakan pihaknya tidak cemas terhadap cara untuk menutupi jumlah pesanan yang hilang, dengan salah satu petinggi bagian penjualan mengatakan bahwa sejumlah airline telah menunjukkan minatnya untuk membeli sebagian dari pesawat pesanan the Emirates, yang akan dikirim untuk pertama kali di tahun 2019. Namun saham milik Airbus anjlok seiring analis mengatakan bahwa langkah tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat permintaan pesawat terbang, baik untuk A350 sendiri atau pesawat terbang secara umumnya yang juga dapat menekan rival utama Airbus, produsen pesawat terbang asal AS yaitu Boeing. Saham milik Airbus anjlok sebanyak 3.1% pada 52.21 euro dan saham Rolls-Royce, pemasok tunggal mesin untuk A350, turn sebanyak 5.5% menjadi 10.17 pound.

Airbus mengakui kekecewaannya kehilangan konsumen terbesar kedua untuk A350, namun mengatakan pihaknya tidak melihat adanya dampak keuangan dan pesawat A350 masih menuju untuk melakukan uji penerbangan. “Secara komersil, ini bukanlah berita naik. Namun secara keuangan ini juga bukan berita buruk," ucap kepala bagian penjualan Airbus, John Leahy, menambahkan bahwa pesawat 787 milik Boeing telah menderita lebih banyak pembatalan. "Sudah pasti tidak akan ada kelebihan produksi," ucap Leahy.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar