Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Empat Hari Tayang, The Interview Cetak $15 juta untuk Sony

Senin, 29 Desember 2014 11:34 WIB
Dibaca 501

Monexnews - Meski tidak tayang di bioskop besar, film kontroversial 'The Interview' sukses menghasilkan untung besar bagi rumah produksi Sony Pictures. Hanya dalam 4 hari sejak peluncuran, film yang dibintangi aktor James Franco dan Seth Rogen ini berhasil mencetak uang $15 juta atau Rp187 miliar.

Sony Pictures menyatakan bahwa The Interview diunduh dan disewa melalui internet sebanyak 2 juta kali sejak Rabu lalu hingga Sabtu kemarin (27/12). Angka $15 juta bahkan belum termasuk pendapatan yang diraih hari Minggu, saat di mana pemeran utamanya, Seth Rogen, berkicau di Twitter untuk mempromosikan filmnya itu. "Total uang yang dikeluarkan pengguna internet (untuk The Interview) sudah lebih dari $15 juta," papar Sony dalam pernyataannya.

The Interview sendiri sebenarnya juga ditayangkan di 331 bioskop independen seluruh Amerika Serikat, namun angka pemasukan yang didapat theater-theater tersebut diprediksi hanya berkisar di $2,8 juta sampai dengan hari Minggu (28/12).

Terlepas dari penghasilan fantastis yang diterima Sony, pemasukan dari The Interview seharusnya bisa lebih besar jika mengacu pada rencana awal penayangannya di 2000-3000 bioskop besar. Sayangnya alasan keamanan tidak memungkinkan film ini diluncurkan seperti film-film biasa. Bermodalkan dukungan bioskop-bioskop kecil dan situs video Youtube, akhirnya The Interview bisa tetap dinikmati oleh warga Amerika. Konon beberapa bioskop besar mulai tergoda untuk memutar film ini karena tingginya animo konsumen. Namun untuk sementara waktu, penonton harus puas mengunduh atau menyewanya via Youtube, website Sony dan xBox video store.

Seperti diketahui, Sony membuat film The Interview dengan mengambil konsep komedi tentang diktator Korea Utara, Kim Jong-un. Film yang menghabiskan biaya sekitar $44 juta ini memicu perang cyber antara Amerika Serikat dan Korea Utara karena isinya dianggap menyinggung pemerintah Pyongyang.

Kelompok hacker yang diduga berasal dari Korea Utara beberapa hari lalu meretas sistem keamanan Sony dan sukses mencuri data-data penting perusahaan. Meski dibantah keras oleh pihak Korea Utara, media Amerika berspekulasi bahwa aksi hacking memang sengaja dilakukan jelang launching film The Interview.

Peluncuran film tersebut akhirnya dibatalkan di bioskop pada hari Natal kemarin. Kebijakan itu diambil Sony karena sudah ada ancaman serangan cyber kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemutaran film, termasuk pengelola bioskop. Pada akhirnya, Sony memutuskan untuk meluncurkan The Interview dalam format streaming dengan merangkul perusahaan-perusahaan semacam Google dan Microsoft. Calon penonton yang ingin menyaksikan film kontroversial ini bisa melakukan streaming dengan sistem berbayar, baik untuk sekali nonton maupun download.

[Saham Sony Corp (NYSE:SNE) berakhir pada level $21.27 atau melemah 0,23% pada sesi perdagangan hari Jumat (26/12).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar