Kamis, 30 Maret 2017

cfd  CFD

Enggan Buat Mobil Listrik, Toyota Janjikan Mobil Hidrogen

Kamis, 28 November 2013 14:45 WIB
Dibaca 449

Monexnews - Toyota Motors meraih kesuksesan setelah bersabar mengembangkan teknologi hybrid 16 tahun lalu. Kini perseroan otomotif asal Jepang itu berniat menjual produk barunya, kali ini mobil berbahan bakar hidrogen.

Keberhasilan Prius membuat Toyota ketagihan membuat mobil berbahan bakar alternatif. Perusahaan menjanjikan mobil produksi massal berbasis hidrogen mulai 2 tahun ke depan. Setidaknya satu jenis mobil hidrogen akan ditawarkan di Jepang pada tahun 2015, kemudian disusul penjualan di wilayah Amerika Serikat setahun kemudian.

Walaupun terbukti sukses dengan varian hybrid-nya (berbahan bakar bensin dan listrik), Toyota enggan merilis kendaraan dengan energi listrik sepenuhnya. Pihak direksi tidak yakin produk listrik 100% bisa diterima oleh masyarakat. "Kami melihat pasar belum berminat pada mobil listrik murni," demikian ujar Presiden Toyota, Takeshi Uchiyamada, bulan September lalu. Dan kini perusahaan memastikan pilihan inovasi jatuh pada mobil berbahan bakar hidrogen. Tingginya harga BBM di beberapa negara maju menjadi alasan utama di balik riset pengembangan terbaru Toyota. Menurut pernyataan resmi, mobil hidrogen kemungkinan besar dilepas ke pasaran dengan harga antara $50.000 dan $100.000 per unit. Target konsumennya tentu saja warga yang ingin memiliki mobil atas alasan fungsional sekaligus ingin berhemat pengeluaran untuk bahan bakar.

Perusahaan otomotif asal Jepang memang sedang giat memproduksi mobil varian baru di tengah trend penurunan mata uang. Terdapat beberapa faktor yang membuat mereka diuntungkan yaitu: pertama, pendapatan dari pasar luar negeri mereka akan lebih besar saat dikonversi ke dalam bentuk Yen. Dari setiap 1% pelemahan Yen terhadap mata uang lain, produsen otomotif Jepang di-estimasikan mendapat tambahan laba operasional sebesar 2.5 untuk tahun fiskal (final) 2013. Ke-dua, daya saing produk mereka akan lebih baik sehingga turut menjadi katalis kenaikan volume dan profit ekspor dari sisi permintaan konsumen.

Meskipun angka penjualan di wilayah Amerika Serikat dan Jepang menurun, tingkat penurunannya mampu diimbangi oleh minat beli konsumen di wilayah Asia Tenggara. Pertumbuhan angka penjualan mobil di ASEAN bahkan naik di atas 100% dibandingkan tahun lalu sehingga marjin keuntungan tetap terjaga. Rasio penjualan terbanyak mobil Jepang masih dipegang oleh area Amerika Utara dengan persentase mencapai 33%. Jepang menyusul di posisi berikutnya dengan angka 31% dan Eropa berkontribusi 10% terhadap total sales otomotif Jepang. Sedangkan 27% penjualan berasal dari wilayah lain termasuk Asia, yang memiliki populasi konsumen sangat besar. Walaupun sedang daya beli masih lesu di Amerika, produsen Jepang giat menggenjot produksi mobil hemat energi untuk menyiasati dana pengeluaran konsumen untuk bahan bakar.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar