Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Faktor Yen Tidak Akan Ubah Investasi Panasonic di Pabrik Tesla

Selasa, 7 Oktober 2014 13:10 WIB
Dibaca 540

Monexnews - Panasonic Corp's tidak berencana mengubah skema investasinya pada pabrik raksasa yang dimiliki oleh produsen mobil Tesla. Perusahaan baterai asal Jepang ini akan tetap menanamkan modal puluhan miliar Yen untuk ambil bagian dalam proyek ambisius tersebut.

Menurut Chief Executive Panasonic, Kazuhiro Tsuga, perusahaannya tidak melihat trend pelemahan Yen sebagai faktor penghambat investasi. "Selama pergerakannya stabil, Yen bukanlah masalah," ujarnya ketika ditanya awak media soal rencana Panasonic. Tsuga menegaskan pihaknya tidak akan menarik diri dari kerjasama dengan Tesla karena alasan itu.

Perusahaan mobil listrik Tesla yang berbasis di California telah mengumumkan rincian rencana pembangunan pabrik raksasa. Tujuan utamanya adalah membuat mobil listrik secara massal dengan harga yang lebih murah. Pembuatan baterai yang hemat dan berdaya tahan tinggi diharapkan bisa menghasilkan harga yang kompetitif bagi mobil elektrik di masa depan. Panasonic sendiri akan mendapat tempat khusus di pabrik baru sebagai penyuplai baterai karena ikut menanamkan modal. Dengan membuat baterai lithium-ion secara massal, Tesla berharap harga jual produknya jadi lebih murah bagi konsumen. Setelah pabrik mulai aktif, harga Tesla Model 3 ditargetkan turun menjadi $30.000 hingga $40.000 dan Model S lebih murah menjadi $70.000 per unit.

Seperti diberitakan awal bulan September, spekulasi tentang pembangunan pabrik mobil 'Gigafactory' Tesla akhirnya terjawab. Dari sekian banyak kota yang dijajaki untuk pendirian fasilitas canggih ini, Nevada akhirnya terpilih sebagai lokasi akhir.

Negara bagian Nevada akan memberikan fasilitas keringanan pajak dan insentif lainnya senilai total $1.25 miliar kepada Tesla. Namun sebagai timbal baliknya, pemda diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi sampai $100 miliar dalam 20 tahun ke depan. Keberadaan pabrik Tesla diprediksi mampu menyerap 6500 karyawan dan membuka setidaknya 22.500 lapangan kerja baru di wilayah sekitarnya. Sementara Kantor Pengembangan Ekonomi Nevada memprediksi Gigafactory mampu memberi pemasukan sekitar $1.9 miliar kepada badan dan instansi daerah dalam dua dasawarsa ke depan.

Sedangkan untuk fasilitas pajaknya, Tesla akan mendapat tax breaks senilai total $725 juta dalam 20 mendatang dan keringanan $332 juta untuk pajak properti dalam satu dasawarsa ke depan. Tidak hanya itu, Tesla juga akan mendapat diskon $8 juta dari PLN untuk tagihan listriknya. "Gigafactory adalah langkah penting dalam upaya pengadaan alat transportasi yang handal karena berperan memasok kendaraan listrik untuk jangka panjang," ujar CEO Elon Musk dalam pernyataan resminya kepada media.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar