Jumat, 28 Juli 2017

cfd  CFD

FBI Turun Tangan Cari Hacker JPMorgan

Kamis, 28 Agustus 2014 11:32 WIB
Dibaca 742

Monexnews - Aksi peretas atau hacker semakin menggila dalam beberapa bulan terakhir. Di Amerika Serikat, penjahat dunia maya tidak hanya menyerang situs dan database negara, namun sudah berani merangsek ke sistem keamanan teknologi informasi perusahaan-perusahaan besar termasuk di sektor keuangan. 

Salah satu perusahaan finansial yang sistem keamanan komputernya ditembus hacker adalah JPMorgan Chase. Bukan hanya beberapa kali, pihak perusahaan bahkan sudah biasa mengalami serangan peretas setiap hari. Divisi IT-nya bahkan sampai harus memonitor sistem selama 24 jam dan mengambil tindakan antisipatif setiap ada gangguan baru. "Kami mengalami serangan tanpa henti. Bagusnya, kami memiliki keamanan berlapis untuk membendung ancaman dan potensi penyelewengan," demikian juru bicara resmi JPMorgan.

Pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) sampai harus turun tangan melacak sumber dari serangan cyber yang dialami oleh JPMorgan. Meski belum ada hasil dalam penyelidikannya pekan ini, otoritas federal itu optimis asal mula hacking bisa terlacak dalam waktu dekat. FBI bahkan menjalin kerjasama dengan badan keamanan lainnya untuk memecahkan kasus ini.

"Kami bekerja dengan agen rahasia negara (secret service) untuk mencari tahu pelaku peretasan terhadap sistem lembaga-lembaga keuangan," demikian pernyataan resmi FBI. Seperti biasa, spekulasi di publik menyebut hacker dari Rusia dan Eropa Utara sebagai biang keladi dalam kasus ini karena eskalasi hacking memuncak di tengah ketegangan politik yang melibatkan Rusia, Ukraina dan blok barat.

[Harga saham JPMorgan Chase ditutup pada posisi $59.59 di sesi perdagangan reguler hari Rabu (27/08) atau melemah 0.25%]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar