Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

cfd CFD

FedEx Terseret Kasus Penjualan Obat Ilegal

Jumat, 18 Juli 2014 13:35 WIB
Dibaca 912

Monexnews -  Kabar buruk diterima oleh salah satu emiten bursa Amerika Serikat, FedEx. Perusahaan ekspedisi tersebut dituduh telah melayani pengiriman obat-obatan keras kepada beberapa penggunanya di wilayah Amerika Serikat. Obat yang masuk dalam kategori obat resep dan tidak boleh diperjualbelikan secara luas itu kerap dikirimkan dari pihak penjual melalui paket via FedEx.

Menurut dokumen gugatan yang diajukan kepada pengadilan federal, beberapa penjual obat di internet kerap tidak mengikuti prosedur dengan menjual obat keras kepada konsumen. Untuk menyiasati aturan, mereka menggunakan jasa ekspedisi dalam pengiriman barang dagangannya kepada para pengguna, yang kebanyakan adalah pecandu. Di internet sendiri, sebagian besar orang bisa mudah memesan obat hanya dengan mengisi kuesional, walaupun dari sisi medis seharusnya sang pasien mendapat rekomendasi dokter sebelum membeli obat kategori keras.

"Beberapa penjual hanya memberlakukan aturan seadanya dan menjual obat resep secara bebas ke konsumen di Amerika. Sementara pemesannya kebanyakan tidak menggunakan identitas asli saat membeli," ujar jaksa penuntut Melinda Haag. Ia juga mengutarakan betapa pentingnya peran produsen dalam memberantas jual beli obat-obatan secara ilegal melalui internet. Menurut hasil penyelidikan kejaksaan sejak 2000 hingga 2010, aktivitas transaksi obat ilegal melalui jasa ekspedisi sudah menjadi hal yang lumrah.

FedEx sendiri merasa dirugikan karena nama mereka diungkit dalam gugatan hukum tersebut. Sebenarnya perusahaan ekspedisi dilarang untuk mengirimkan barang yang masuk daftar black-list kepada konsumen. Namun dalam kenyataannya, pihak pengirim mulai dari pengemudi truk hingga staf lapangan kerap toleran dalam menuruti permintaan konsumen. Di samping itu, beberapa konsumen sering mengintimidasi kurir agar mengirimkan barang mereka secara cepat. Oleh karena itulah sejak sekarang FedEx berkomitmen untuk menahan barang di stasiun penampungan apabila terindikasi ada masalah. Baru setelah melalui tahap pemeriksaan, mereka akan mengirimkannya kepada konsumen.

Belum ada kabar tentang sanksi apa yang akan diterima oleh FedEx apabila mereka terbukti membiarkan hal ini berlangsung selama hampir satu dasawarsa terakhir. Jaksa juga masih mempertimbangkan untuk menyelidiki keterlibatan perusahaan ekspedisi lain dalam praktik serupa. "Kami selalu siap membantu upaya penegakan hukum,: ujar juru bicara FedEx, Patrick Fitzgerald. Perusahaan yang memiliki volume pengiriman rata-rata 10 juta paket per hari ini berkomitmen untuk memerangi transaksi obat ilegal via internet. Perwakilan FedEx sendiri akan hadir dalam sidang di pengadilan federal San Francisco pada 29 Juli mendatang.

[Harga saham FedEX (FDX) ditutup pada posisi $151.90 atau melemah 1.61% pada sesi perdagangan hari Kamis (17/07).]

  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar