Minggu, 23 Juli 2017

cfd  CFD

Fokus ke China, Alibaba Enggan Berpaling ke Negara Lain

Selasa, 9 September 2014 15:12 WIB
Dibaca 742

Monexnews - Meski dipastikan segera melantai di bursa saham Amerika Serikat, perusahaan jual beli online terbesar China, Alibaba, ingin tetap fokus menggarap pasar konsumen negara asalnya. Kepastian tersebut diungkapkan langsung oleh Jack Ma, pendiri Alibaba, di hadapan investor beberapa saat lalu. 

Alibaba mengadakan pertemuan dengan calon investor di hotel Wadorf-Astoria, New York sebagai bagian dari road show jelang initial public offering (IPO) bulan ini. Di hadapan pemodal, Jack Ma menjelaskan visi dan misi perusahaannya setelah resmi go public dalam beberapa hari ke depan. Ma menceritakan tentang perjalanan panjang Alibaba untuk menguasai pasar e-commerce China. Investor yang hadir juga berkesempatan untuk mendengar rencana dan strategi bisnis Alibaba, berikut dengan struktur perusahaan secara terperinci.

"Kami fokus mengelola pertumbuhan pasar konsumsi China ketimbang memperluas bisnis ke luar negeri," ujarnya. Bersama dengan anak usaha yang bergerak di bisnis pembayaran online, Alipay, perusahaan optimis mampu meningkatkan jumlah labanya. Alibaba berjanji untuk mempermudah aktivitas transaksi bagi konsumen sehingga minat belanja via internet semakin tinggi.

Meski belum ada pernyataan resmi, kalangan media memperkirakan IPO Alibaba akan berlangsung pada 18 September mendatang. Banyak pihak meyakini kalau penerbitan saham perdana oleh spesialis jual beli online ini akan melampaui rekor kapitalisasi emiten teknologi senilai $16 miliar yang dicatat oleh Facebook pasca IPO-nya tahun 2012 lalu. Bukan tidak mungkin perputaran modal Alibaba juga mampu menyamai rekor IPO Visa yang mencapai $17.9 miliar. Perusahaan underwriter yang dipilih adalah Credit Suisse, Deutsche Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Morgan Stanley dan Citigroup.
Kepastian IPO Alibaba didapat pertengahan bulan Maret 2014 saat pihak direksi memilih bursa saham Amerika Serikat sebagai pelabuhan IPO-nya tahun ini. Meskipun tidak terlalu memiliki nama di Amerika Serikat, Alibaba otimis mampu menggalang dana segar di atas $16 miliar dari IPO-nya nanti sehingga nilai perusahaan akan terkerek mencapai $155 miliar.

Sejak pertengahan tahun lalu, pihak direksi sebenarnya lebih menyukai bursa Hong Kong sebagai lokasi go public namun rencana IPO di sana terbentur tata aturan yang berlaku. Alibaba terpaksa mengurungkan niatnya untuk melantai di Hong Kong karena skema organisasi bisnisnya tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa. Dalam sebuah tulisan di blog bulan Oktober 2013, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. Perusahaan kemudian mengalihkan perhatian ke bursa saham Amerika Serikat dengan cara berkonsultasi dengan NYSE dan Nasdaq, seraya tetap menjalin komunikasi dengan otoritas bursa Hong Kong dengan harapan pihak pengawas mau memodifikasi aturan. Tidak lama berselang, NYSE dan Nasdaq kemudian memberitahukan pihak Alibaba bahwa karakteristik kepemilikan usahanya tidak menyalahi aturan di bursa Amerika sehingga perusahaan dengan nilai aset mencapai 60 miliar itu dipersilakan untuk memilih operator mana yang dianggap paling sesuai.

Adapun perihal yang bertentangan dengan aturan bursa Hong Kong yakni terkait dengan struktur kepemilikan Alibaba yang kurang lazim. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis dan berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Pihak pengawas Hong Kong menolak garis kebijakan Alibaba, yang memperbolehkan pendiri Jack Ma dan 27 eksekutif lainnya menentukan komposisi dewan direksi meskipun mereka hanya menguasai sekitar 10% dari total saham perseroan. Poin itulah yang menjadi batu sandungan bagi Alibaba untuk berlabuh di bursa lain selain Wall Street.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar