Kamis, 14 Desember 2017

cfd  CFD

Ford Lirik Laba di Negara Bekas Konflik

Rabu, 1 Mei 2013 10:55 WIB
Dibaca 572

Monexnews - Wilayah Asia kini menjadi area pemasaran favorit bagi perusahaan-perusahaan global, tidak terkecuali produsen otomotif. Negara yang baru saja pulih dari krisis politik yaitu Myanmar, bahkan layak dilirik sebagai pangsa pasar potensial.

Ford merupakan salah satu perusahaan yang telah mencium peluang bisnis menarik di negara Myanmar. Kemarin produsen mobil asli Amerika ini mengumumkan rencana penjualan mobil dan truk di negara pimpinan Aung San Suu Kyi, menyusul perusahaan lain yang sudah ekspansi sebelumnya. Namun Ford nantinya akan menjadi produsen otomotif besar pertama yang memasarkan produknya di Myanmar.

Adapun korporasi lain yang lebih dulu masuk ke negara di kawasan Asia Tenggara ini adalah Coca Cola pada tahun 2012 (setelah 60 tahun absen) serta General Electric dan Caterpillar. Berakhirnya periode kepemimpinan militer dan sanksi internasional seakan menjadi lampu hijau bagi perusahaan internasional untuk menanamkan reputasinya di negara yang baru 'merdeka'.

Geliat Ford di wilayah bisnisnya yang baru ini diprediksi akan cemerlang. Kalaupun ada pesaing yang saat ini harus dikalahkan hanyalah Suzuki, yang telah mencuri start dengan wacana pendirian pabrik dalam waktu dekat. Di Myanmar sendiri, jumlah mobil baru sangat sedikit dan didominasi oleh varian sedan usia tua yang kebanyakan berasal dari Jepang. Aturan dan budaya yang berlaku di sana juga cukup unik dan harus dicermati oleh pelaku bisnis otomotif. Misalnya dalam hal sisi kemudi, di Myanmar setir berada di sebelah kanan seperti di Indonesia akan tetapi jalur yang dipakai oleh kendaraan juga berada di sebelah kanan jalan atau tidak seperti negara lain pada umumnya yang menempatkan kemudi dan lajur secara berlawanan.

Potensi bisnis Ford semakin bagus karena pemerintah melarang penggunaan motor di dalam ibukota Yangon. Hal ini membuat pilihan transportasi konsumen menciut ke kendaraan roda empat. "Kami melihat kesempatan besar di negara yang menarik ini," ujar David Westerman, Manajer Regional Ford wilayah Asia Pasifik. Untuk produknya sendiri, Ford akan memasok kendaraan yang dirakit di Amerika Utara dan Thailand. Adapun varian pertama yang akan dilepas kemungkinan truk seri F dan tipe Ranger ukuran kecil. Dalam proyeknya kali ini, Ford menggandeng Capital Automotive, anak usaha Capital Diamond Star Group namun perseroan tidak menyebut tanggal pasti kapan showroom pertama mereka akan dibuka. Harga saham Ford semalam ditutup pada level $13.71 atau naik 0.4% dan tercatat di level $13.72 pada sesi after market.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar