Senin, 23 Januari 2017

cfd  CFD

Gagal Tuntaskan Akuisisi, Bos T-Mobile Ejek Manajemen Sprint

Kamis, 7 Agustus 2014 14:57 WIB
Dibaca 771

Monexnews -  CEO perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, T-Mobile, mengejek perusahaan rivalnya melalui kicaian Twitter. John Legere menyerukan supaya konsumen berpindah haluan dari Sprint ke T-Mobile pasca kegagalan proses akuisisi antara kedua perusahaan itu.

Pekan ini rencana Sprint untuk membeli T-Mobile gugur karena kendala perizinan. Pihak T-Mobile kemudian memanfaatkan kegagalan akuisisi sebagai momen untuk merebut hati konsumen pesaingnya itu. Via akun Twitter-nya, CEO T-Mobile menyarankan konsumen Sprint untuk beralih ke T-Mobile karena perusahaan tersebut akan segera hancur. Tidak hanya itu, John Legere juga menegaskan bahwa kegagalan akuisisi kemarin adalah wujud ketidakbecusan Sprint dalam mengelola strategi bisnisnya. "Lengkap sudah alasan bagi anda untuk meninggalkan Sprint dan beralih ke T-Mobile. Keadaan di Sprint sudah hancur total!," demikian isi tweet Legere yang disertai tagar #sprintlikehell.

Legere memang dikenal sebagai sosok nyentrik di industri teknologi. Ia kerap menyerang perusahaan rivalnya di depan publik secara blak-blakan sembari membanggakan perusahaannya sendiri. Pada bulan Januari lalu, ia sempat diusir dari event Consumer Electronic Show di Las Vegas lantaran menjelek-jelekkan AT&T, salah satu operator rivalnya.

T-Mobile adalah perusahaan operator ponsel yang paling berani dalam menabuh genderang perang dengan kompetitornya. Selain melalui komentar sang CEO, perusahaan ini juga kerap melakukan strategi pemasaran 'nyeleneh' guna menarik pengguna di Amerika. Di bulan Januari, mereka berani membayar $650 (Rp7.9 juta) kepada pelanggan yang terikat kontrak pasca bayar dengan operator lain agar mau beralih menggunakan layanannya. Konsumen yang bersedia 'membelot' dari provider lain seperti AT&T, Verizon atau Sprint akan mendapat kompensasi maksimal dengan rincian sebesar $350 per line dan $300 per nomor ponsel. Cara untuk mendapatkan fasilitas ini sangat mudah, pengguna ponsel tinggal melakukan tukar tambah ponselnya ke gerai T-Mobile untuk mendapatkan ponsel anyar dan nomor baru.  

Kemudian di awal bulan April, T-Mobile melakukan cuci gudang produk Blackberry-nya dengan memberikan voucher kepada konsumen Blackberry seri lama. Operator asal Amerika ini memberikan potongan harga $100 atau Rp1.1 juta kepada konsumen pengguna Blackberry lawas yang ingin menukarkan smartphone-nya dengan ponsel yang lebih baru. Voucher ini bisa digunakan untuk membeli berbagai merk ponsel termasuk Blackberry Q10 dan Z10 yang masih ada dalam stok T-Mobile.

Masih di bulan yang sama, T-Mobile membuat gebrakan dengan menjual iPad generasi 4 dengan harga lebih murah, nyaris sama dengan iPad versi wi-fi. Padahal biasanya harga iPad yang kompatibel dengan layanan data seluler dipatok lebih mahal ketimbang unit yang hanya bisa dipakai dalam jaringan wi-fi. T-Mobile menjual iPad 4G LTE seharga $498.96 (sekitar Rp5.7 juta) atau hanya terpaut beberapa sen dari harga tablet Apple versi wi-fi dengan kapasitas memori yang sama (16gb). Harga tersebut lebih murah $130 dibandingkan harga jual iPad 4G di gerai operator lain dan diskonnya juga berlaku untuk model lainnya termasuk iPad mini dan iPad retina display. Paket bundling termurah yang ditawarkan adalah senilai $398.88. Entah apa lagi strategi yang akan dilakukan untuk menjaring pengguna baru. Satu hal yang pasti, cara-cara berani ala T-Mobile terbukti sukses menarik perhatian konsumen sepanjang tahun 2013 lalu.

[Harga saham T-Mobile (TMUS) ditutup pada posisi $31.25 pada sesi perdagangan hari Rabu (06/08) atau menguat 0.61%.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar