Senin, 24 Juli 2017

cfd  CFD

Gaji Bos Netflix Naik 50% di Tahun 2014

Selasa, 31 Desember 2013 14:41 WIB
Dibaca 752

Monexnews - Chief Executive Officer (CEO) perusahaan internet Netflix, Reed Hastings, dipastikan mendapat kenaikan gaji di tahun 2014 mendatang. Ia akan mengantongi uang 50% lebih banyak dibanding apa yang diterimanya tahun ini.

Dalam dokumen laporan yang dikirimkan kepada otoritas, Netflix mencantumkan kenaikan gaji bagi bosnya itu sebesar $3 juta per tahun dan $3 juta lagi berupa kepemilikan saham. Jumlah tersebut naik signifikan dibanding gaji Hastings tahun ini yang sebesar $2 juta tunai dan $2 juta saham option. Selain sang CEO, karyawan Netflix juga berhak atas kenaikan jumlah saham option maksimal sampai 50%. Sementara eksekutif lainnya seperti CFO David Wells dan CCO Ted Sarandos juga menerima kenaikan salary dari perusahaan.

Netflix mempertimbangkan secara rinci porsi kenaikan remunerasi bagi pejabat direksinya. Kinerja mereka tahun depan dihargai sesuai dengan kenaikan harga saham di pasar yang nyaris mencapai 300% sepanjang 2013. Berbagai penghargaan juga diperoleh media internet ini sepanjang 12 bulan terakhir, seperti 3 Emmy Awards dari pelaku industri hiburan Amerika Serikat.

Reputasi Netflix semakin mendunia dengan total pengguna aktif menembus lebih dari 40 juta orang. Pun demikian, perusahaan belum mampu menghasilkan laba besar, di mana dalam laporan terakhirnya Netflix hanya bisa meraup laba $32 juta dari pemasukan kotor $1.1 miliar.

Untuk mendongkrak kinerja pos keuangan, pihak direksi melakukan berbagai cara. Setelah masuk ke bursa, situs streaming ini makin giat memperluas jangkauan bisnisnya antara lain dengan membuat tv show sendiri, acara dokumenter hingga stand up comedy. Netflix kini tidak hanya dikenal sebagai portal hiburan, namun menjelma jadi sebuah rumah produksi program hiburan.

Setelah sukses dengan sederet programnya, Netflix melontarkan gagasan baru yakni menyajikan tayangan film Hollywood di internet. Ide ini menjadi tidak biasa karena Netflix menginginkan supaya pelanggannya bisa menikmati film tepat di saat film itu pertama kali diputar di bioskop! Terbilang mustahil namun layak dicoba.

Bulan Oktober lalu, Ted Sarandos mengutarakan niat perusahaannya untuk masuk ke bisnis tayangan film. Walaupun belum memiliki strategi final untuk mewujudkan mimpinya, Sarandos mengaku berpikir keras untuk maju ke arah sana. Dalam peraturan distribusi film Hollywood (dan kebanyakan negara), sistem pemutaran film sudah baku. Film pertama kali diputar di bioskop, kemudian baru boleh dikeluarkan dalam bentuk DVD dan baru bisa diputar di TV berbayar (termasuk media internet seperti Netflix).

Untuk menyiasati hal itu, Netflix membuka opsi untuk menjadi distributor tangan pertama. Dengan begitu maka mereka bisa menayangkan film kapanpun tanpa harus menunggu pemutarannya lebih dulu di bioskop. Kalau Hastings dan Sarandos bisa memuluskan rencananya, maka dunia perfilman sudah melalui proses transisi besar. Adanya distributor khusus untuk internet dan media digital merupakan suatu terobosan baru di dunia internet dan hiburan


*Harga saham Netflix (NASDAQ:NFLX) ditutup pada posisi $365.68 atau 0.36% pada sesi perdagangan Senin (30/12)

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar