Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Gangguan Komputer, Toyota Tarik Prius yang Beredar di Inggris

Rabu, 12 Februari 2014 15:43 WIB
Dibaca 666

Monexnews - Kebijakan recall kendaraan tidak hanya dilakukan oleh Toyota Motors terhadap mobil-mobil yang terlanjur dijual di Amerika Serikat. Perusahaan otomotif asal Jepang itu juga dilaporkan menarik mobil varian Prius dari tangan konsumen Inggris.

Sebanyak hampir 31.000 unit mobil hibrida Prius ditarik kembali karena adanya gangguan pada sistem komputer yang kerap membuat mobil berhenti mendadak. Mobil-mobil yang di-recall merupakan keluaran antara bulan Maret 2009 dan Februari 2014. Perusahaan mengakui telah mendapat 11 laporan kecelakaan di Eropa yang disebabkan oleh error pada sistem komputer Prius namun jumlah korban jiwa masih nihil.

Toyota mengatakan kalau masalah utama terletak pada software converter yang berperan dalam mengeluarkan tenaga mobil via modul intelijensi Prius. Converter itu sendiri dibuat untuk mengatur akselerasi mobil dari posisi diam. "Toyota menemukan gangguan software, yang bisa menimbulkan kesalahan dalam membaca tekanan suhu transistor," demikian pernyataan Toyota.

Perusahaan menyatakan gangguan sistem hanya terdapat pada varian Prius dan tidak akan ditemui pada jenis kendaraan lain karena metode komputernya berbeda. Jika ditotal dengan jumlah recall Toyota di Inggris, maka perusahaan itu sudah menarik 1.9 juta unit Prius dari konsumen di seluruh dunia. Pekan lalu, Toyota Motors menghentikan penjualan sebagian produknya di Amerika Serikat. Perusahaan mengambil kebijakan ini setelah menemukan adanya kekurangan dalam fasilitas di dalam kabin mobil. Toyota menyebut kalau material yang dipakai pada kursi jok beberapa jenis produk ternyata tidak anti api, sesuai standar aturan yang berlaku di Amerika. Seraya memperbaiki kekurangan yang ada, perusahaan harus menghentikan penjualan untuk sementara waktu.

Dari 36.000 mobil yang siap dipasarkan kepada konsumen Amerika, varian paling laris seperti Camry dan Corolla termasuk di dalam daftar produk yang harus disempurnakan. Jumlah itu setara dengan 13% dari keseluruhan unit yang siap edar. "Materi (pada kursi) tidak tahan api sebagaimana ditetapkan oleh pengawas otomotif Amerika," demikian pernyataan resmi Toyota. Varian yang usianya relatif baru seperti Avalon, Sienna, Tacoma dan Tundra juga mengalami kekurangan yang sama.

Toyota masih menghitung berapa jumlah mobil cacat produksi yang sudah terlanjur dibeli oleh konsumen. Perusahaan juga meminta kelonggaran kepada National Highway Traffic Safety Administration supaya bisa tetap menjual unit yang sudah siap edar tanpa penyempurnaan lebih lanjut. Pihak otoritas sendiri berjanji akan mempelajari proposal keberatan Toyota mengingat unsur material kursi bukanlah suatu komponen yang bisa mempengaruhi keselamatan penumpang secara langsung. "Kami sedang merakit beberapa komponen baru, dan siap mengganti bagian yang bermasalah di dealer," ujar Juru Bicara Toyota, Brian Lyons. Isu recall memang masih akrab produsen mobil terbesar dunia ini meskipun perseroan sudah memancang target penjualan sebanyak 10 juta unit tahun ini atau lebih baik dibandingkan catatan tahun 2013 yang hanya 9.7 juta mobil.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar