Senin, 25 September 2017

cfd  CFD

Gara-gara Whatsapp, Belanja Facebook Semakin Boros

Rabu, 29 Oktober 2014 14:56 WIB
Dibaca 575

Monexnews - Harga saham Facebook anjlok nyaris 10% pada sesi perdagangan after hours semalam (Selasa 28/10). Investor melakukan aksi jual setelah mendengar kabar bahwa perusahaan akan belanja besar pada tahun 2015 mendatang. Mereka takut kalau penambahan alokasi pengeluaran modal bisa berdampak pada penurunan kas dan dividen saham.

Seperti diberitakan pagi tadi, direksi Facebook memperingatkan pemegang sahamnya bahwa jumlah pengeluaran bisnisnya akan naik di tahun 2015. Tidak hanya itu, angka pendapatan kuartal IV 2014 diyakini juga turun.

Dalam publikasi laporan keuangan kuartal III, CFO Dave Wehner menyebut belanja Facebook lebih boros sekitar 55%-75% tahun depan karena alokasi dana ke anak-anak usaha seperti Whatsapp dan Oculus akan meningkat. Gelontoran dana lebih besar ke unit bisnis tersebut diperlukan supaya mereka bisa mulai menghasilkan laba dari konsumennya masing-masing dan tidak melulu menerima suapan dana dari perusahaan induknya. Investor langsung khawatir dengan stabilitas keuangan perusahaan dan menjual saham Facebook semalam sehingga harganya merosot lebih dari 9% ke level $73.80 tepat setelah laporan keuangan dirilis.

Untuk kuartal IV 2014, Facebook memperkirakan pendapatan usaha tumbuh 40%-47% atau lebih rendah dari total kenaikan pendapatan kuartal III yang mencapai 59%. Sementara laba per saham atau EPS akan berkisar di $0.30 untuk kuartal III, lebih baik dari publikasi tahun lalu ($0.17). Dalam laporan keuangannya, Facebook juga mengumumkan kerugian anak usaha WhatsApp membengkak dari $58,8 juta di 6 bulan pertama 2013 menjadi $232,5 juta di 6 bulan pertama 2014.

Prospek Whatsapp

Seperti diketahui, Facebook resmi menyelesaikan proses akuisisinya terhadap perusahaan layanan pesan singkat, WhatsApp, pada tanggal 6 Oktober lalu. Di akhir proses akuisisi, Facebook membayar US$22 miliar untuk memiliki Whatsapp atau $3 miliar lebih besar dari kesepakatan awal yang diteken Februari lalu.

Angka $22 miliar atau lebih dari Rp268 triliun tergolong besar untuk akuisisi sebuah perusahaan teknologi. Sejak awal tahun ini, sebagian kalangan menilai langkah pembelian Whatsapp sebagai kekeliruan. Bukan karena proses akuisisi yang berjalan instan, namun lebih kepada jumlah uang yang disodorkan oleh Facebook. Aksi korporasi tersebut dianggap terlalu mahal untuk sebuah akuisisi perusahaan pesan singkat, meskipun market share yang dikuasainya memang cukup luas.

Whatsapp adalah aplikasi pesan singkat yang memudahkan penggunanya untuk berkirim pesan, suara, foto dan saling berbagi lokasi. Fitur layanannya kurang lebih sama dengan aplikasi sejenis seperti WeChat, BBM atau Line. Menurut data yang beredar di media, Whatsapp memiliki pengguna aktif sebanyak lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia, dan terus bertambah setiap harinya. Mereka dikenal sangat aktif, sebagaimana terlihat dari total pengiriman foto yang mencapai 600 juta setiap 24 jam atau lebih banyak dibandingkan jumlah pengunggahan foto di Facebook sendiri. Bahkan jika diperbandingkan dari sisi pengguna aktif, Facebook juga kalah dari Whatsapp karena total pelanggannya yang online per hari hanya sekitar 62% atau lebih sedikit jika disejajarkan dengan pengguna aktif Whatsapp yang mencapai 70% dari total konsumennya. Sebanyak 19 juta pesan Whatsapp bertebaran di seluruh dunia tiap hari, termasuk 200 juta pesan suara dan 100 juta video.

Kalau keunggulan tersebut belum bisa meyakinkan investor tentang potensi keuntungan dari bisnis aplikasi pesan singkat, fakta berikut ini dapat memperkuat asumsi betapa usaha ini begitu menjanjikan. Whatsapp mempunyai basis pengguna yang loyal di wilayah Eropa, India dan Amerika Selatan, lokasi di mana Facebook belum benar-benar mampu menaklukkannya. Jika dihitung berdasarkan pertumbuhan jumlah pengguna, Whatsapp mampu mengundang 1 juta pelanggan baru per hari hanya dengan memungut biaya $1 per orang/tahun. Kalau memang penyedia layanan pesan ini mampu mempertahankan kinerja pemasarannya, maka pada tahun depan jumlah orang yang meng-install Whatsapp di perangkat mobile dan smartphone akan menembus angka fantastis 1 miliar.

Pembelian Whatsapp merupakan aksi korporasi Facebook yang paling menyita perhatian publik setelah IPO. Pada tahun 2012 lalu, Facebook juga sempat menuntaskan salah satu akuisisi paling monumental dalam sejarah teknologi Amerika dengan membeli aplikasi photo-sharing, Instagram. Periode buku 2015 akna menjadi momen pembuktian bagi Facebook untuk meyakinkan investor bahwa keputusan pembelian Whatsapp bukanlah blunder. Dengan suntikan modal lebih besar, Whatsapp bisa melakukan inovasi baru untuk mengeruk keuntungan dari pengguna perangkat mobile di seluruh dunia. Idealnya demikian.

[Harga saham Facebook Inc (NASDAQ:FB) ditutup pada posisi $80.77 atau naik 0,61% pada sesi perdagangan reguler hari Selasa (28/10). Namun sahamnya rontok lebih dari 9% sesaat setelah laporan keuangan diumumkan di sesi after hours.]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar