Jumat, 21 Juli 2017

cfd  CFD

Gelar Investigasi, Cisco Akui Ada Oknum yang Suka Menyuap

Jumat, 14 Maret 2014 13:52 WIB
Dibaca 653

Monexnews -  Cisco Systems Inc menggelar penyelidikan internal untuk meneliti apakah aktivitas bisnisnya di Rusia dan negara-negara persemakmuran menyalahi aturan. Kebijakan itu diambil atas permintaan dari otoritas keuangan Amerika Serikat, yang diwakili oleh Securities and Exchange Commission dan Departemen Kehakiman.

Oknum yang bekerja atau terkait dengan perusahaan alat-alat jaringan komputer ini diduga telah melakukan aktivitas ilegal di luar negeri, khususnya di Rusia dan beberapa negara persemakmuran. Unit usaha dan distributor Cisco dituduh sering melakukan penyuapan kepada pejabat pemerintah setempat untuk memuluskan bisnisnya di sana. Indikasi suap pertama kali dibahas dalam blog resmi perusahaan bulan Desember lalu, dan kemudian muncul di laporan keuangan publik bulan Februari kemarin. Apabila terbukti benar, maka Cisco artinya melanggar U.S. Foreign Corrupt Practices Act yang berlaku sejak tahun 1977. Dalam pernyataan resminya ke publik, Cisco mengatakan bahwa pihaknya sangat serius menggelar penyelidikan dan sedang bekerjasama secara penuh dengan pemerintah Amerika Serikat.

Adalah Cisco sendiri yang menguak indikasi skandal suap dalam sebuah blog pada 23 Desember lalu. Menurut sang penulis, yakni Roxane Marenberg (Vice President Divisi Kepatuhan), unit usaha di luar negeri mereka memang ada yang menyalahi etika bisnis perusahaan Amerika. "Namun tidak ada bukti yang mengaitkan dengan aksi suap dengan jajaran direksi Cisco pusat," demikian tulis Marenberg kala itu. Ia seakan berupaya meyakinkan publik kalau pelanggaran yang mungkin terjadi di luar negeri merupakan penyimpangan yang tidak struktural.

Dalam dokumen keuangan yang didaftarkan kepada SEC, Cisco menyatakan bahwa penggunaan kas uang yang mungkin mengarah pada aksi suap tidak berpengaruh terhadap pos finansial perusahaan. Hal ini dimungkinkan karena lokasi indikasi suap merupakan pangsa pasar yang kurang penting, hanya berkontribusi sebanyak 2% terhadap pos pendapatan konsolidasi.

Pada kuartal yang berakhir 25 Januari 2014, revenue Cisco turun 7.8% ke angka $11.2 miliar, sementara profit juga anjlok 55% menjadi $1.43 miliar atau 27 sen per saham dibandingkan satu tahun sebelumnya. Pengeluaran sebesar $655 juta dipakai untuk menutup biaya kerugian akibat masalah chip memori.

[Harga saham Cisco (NASDAQ:CSCO) ditutup pada posisi $21.52 pada sesi perdagangan hari Kamis (13/03) atau melemah 1.37%.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar