Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

General Motors Tutup Tahun dengan 3 Recall Baru

Jumat, 2 Januari 2015 12:40 WIB
Dibaca 1985

Monexnews - General Motors (GM) menutup tahun 2014 dengan kebijakan yang kurang menyenangkan. Produsen mobil legendaris asal Amerika Serikat (AS) ini melakukan tiga recall baru terhadap 83.780 unit kendaraan jenis sport dan truk. Secara total, GM sudah 84 kali menarik mobil sepanjang tahun lalu.

Tiga recall terbaru dilakukan karena GM mendapat pengaduan soal cacat sistem elektronik yang dialami 83,572 Cadillac Escalade dan Chevrolet Yukons keluaran 2012 dan 2013. Kesalahan sistem ini biasanya membuat kunci starter macet saat diputar. Belum ada laporan korban jiwa karena cacat produksi yang dialami mobil-mobil GM karena masalah elektronik.

Perjalanan Kasus Recall GM

Seperti diketahui, kasus recall kendaraan General Motors (GM) sepanjang 2014 berlangsung pelik pasca munculnya argumen dan bukti-bukti baru selama proses penyelidikan. Jumlah korban tewas akibat cacat produksi komponen mobil mencapai lebih dari angka 13 orang seperti yang laporan resmi

Restrukturisasi besar-besaran dimulai setelah ada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. Bagian switch ignition yang bekerja tidak sempurna konon sudah diketahui oleh tim insinyur sejak lama, namun tidak ada perbaikan sama sekali. Cacat fungsional itu juga berlaku untuk model seperti Chevrolet Cobalt, Pontiac G5 serta Saturn Sky dan Ion.

Di awal bulan April 2014, CEO Mary Barra dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan kasus recall di hadapan publik dan keluarga 13 korban meninggal. Di tengah cecaran kritik anggota legislatif, CEO Mary Barra hanya bisa menyatakan permintaan maaf atas kesalahan produksi namun tidak dapat menerangkan apa yang sebenarnya terjadi di tubuh perusahaannya.

Dalam pidatonya, Barra mengakui kalau perusahaannya membiarkan mobil cacat komponen beredar di Amerika sejak satu dasawarsa lalu. Namun komite perlindungan konsumen DPR Amerika tidak hanya menyalahkan GM atas skandal memalukan ini, namun mereka juga mencibir National Highway Traffic Safety Administration (NTSA), yang dianggap gagal mengawasi kualitas kendaraan yang dijual ke konsumen. "Kesalahan berada di pihak GM dan NTSA karena keduanya tidak mengambil tindakan apa-apa sejak dulu," kilah anggota dewan dari partai Republik, Tim Murphy kala itu. Sementara anggota partai Demokrat, Diana DeGette, mempertanyakan alasan mengapa GM tidak mau mengganti komponen yang cacat padahal biaya penggantian hanya sebesar 57 sen per mobil. DeGette mengkritik kebijakan perusahaan yang hanya mementingkan faktor uang ketimbang keselamatan penumpang. "Mereka terus menjual meski barangnya tidak memenuhi standar keamanan," tegasnya di forum.

Opini publik sendiri terbelah dalam menyikapi skandal recall perusahaan otomotif terbesar Amerika itu. Menurut pantauan Monexnews terhadap beberapa media, sebagian besar warga memberikan komentar pembelaan untuk Mary Barra, karena ia bukanlah orang yang mengatur operasional GM dalam satu dasawarsa terakhir. Ia baru saja menjabat posisi CEO per bulan Januari lalu dan sudah diwariskan budaya bisnis yang 'bobrok' dari pendahulunya. Sementara ada juga warga yang menganggap ia tetap harus bertanggungjawab karena skandal tersebut muncul di bawah periode kepemimpinannya.

[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $34.91 atau melemah 0.51% pada sesi perdagangan Rabu (31/12).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar