Minggu, 22 Oktober 2017

cfd  CFD

GM Pindahkan Basis Internasional ke Singapura

Rabu, 13 November 2013 17:03 WIB
Dibaca 406

Monexnews - General Motors dikabarkan segera memindahkan pos internasionalnya dari Shanghai, China ke Singapura. Pihak direksi mengklaim pemindahan lokasi kantor pusat sebagai bagian transformasi bisnis perusahaan.

"Memiliki tim di Singapura adalah strategi kunci dalam upaya reformasi kami," demikian ujar GM Executive Vice President, Stefan Jacoby. GM sepertinya ingin fokus pada area pasar potensial khususnya wilayah Asia Tenggara. Pada bulan Agustus lalu, GM memisahkan lini operasional China dari divisi pasar global. Upaya itu dilakukan untuk menegaskan posisi GM sebagai pemimpin pasar China.

GM akan menempatkan sekitar 120 pegawai internasional di kantor pusat Singapura dan sebanyak 250 orang tetap bekerja di Shanghai. Adapun 245 karyawan masih akan mengabdi dari kantor Seoul, Korea Selatan.

Asia Tenggara memang menjadi wilayah favorit ekspansi produsen mobil asal Jepang dan Amerika. Indonesia berpeluang menjadi wilayah penjualan andalan bagi General Motors Co. di masa depan. Pihak produsen otomotif terbesar Amerika ini mengisyaratkan hal itu saat mengumumkan rencana ekspansi besar di tanah air mulai tahun 2013. Untuk mendekatkan diri kepada konsumen di negara perekonomian terbesar Asia Tenggara, GM akan membangun pabriknya di Indonesia sebagai bagian dari wacana ekspansi bisnis.

GM mengklaim kewalahan melayani pesanan 10.000 unit Chevrolet Spin terbaru dari konsumen Indonesia. Angka itu terbilang besar karena jumlahnya hampir dua kali lipat total penjualan unit mobil GM di negara ini tahun 2012 lalu. Pihak direksi melihat pasar Asia Tenggara potensial dijadikan lahan ekspansi baru di tengah meningkatnya jumlah warga golongan menengah dan berniat menaikkan porsi pasar produknya di Indonesia dari 1% menjadi 10% di tahun 2020 nanti. Artinya GM akan memasarkan 150.000 mobil per tahun dari kapasitas produksinya saat ini yang hanya 40.000 per tahun.

Raksasa auto asal Amerika ini segera menambah daya kapasitas produksi menjadi 60.000 per tahun dengan membuka pabrik baru. "Kami menghabiskan waktu untuk memikirkan cara memproduksi mobil baru sebelum bulan Juli," ujar Timothy Lee, GM President's of International Operations. Adapun varian yang dipersiapkan sebagai andalan adalah Chevrolet Spin, jenis mobil kecil atau city car yang sedang digemari masyarakat. Minivan 7 kursi ini dipandang sesuai dengan kontur medan di indonesia dan dibanderol dengan harga $15.000 atau sekitar 140 juta Rupiah. Perseroan sendiri telah menghabiskan biaya $150 juta dalam dua tahun terakhir untuk memulai produksinya di pinggiran ibukota, yang sempat terhenti pada tahun 2005 silam.

Optimalisasi volume produksi dan pemasaran di Indonesia mengindikasikan bahwa GM fokus menggarap pasar negara berkembang. Penjualan di indonesia dinilai mampu menebus penurunan laba operasional di wilayah Eropa dan Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar setengah juta mobil laris manis di negara ini sehingga banyak produsen otomotif dari negara-negara berdatangan. Mereka berharap dapat menggoyang dominasi pabrikan Jepang, yang menguasai 90% pasar konsumen. "Masyarakat berhak mendapat pilihan baru selain mobil Jepang dan tidak ada perusahaan yang berhak mendominasi 90% pasar otomotif," sindir Lee kepada media.

Toyota adalah produsen yang paling mendominasi pasar otomotif Indonesia selama 40 tahun terakhir. Namun GM enggan berinvestasi tanggung-tanggung dan justru bersiap membuka 16 cabang baru di seluruh provinsi sehingga total outlet GM mencapai 50. "Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat luas," tutup Lee. Harga saham GM ditutup pada level $36.66 pada sesi perdagangan hari Selasa (12/11) lalu atau turun 0.05%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar