Senin, 29 Mei 2017

cfd  CFD

GM Tunjuk Direksi Baru untuk Awasi Faktor Keselamatan

Rabu, 19 Maret 2014 14:44 WIB
Dibaca 414

Monexnews - Berbagai langkah perbaikan diambil oleh General Motors (GM) pasca dilanda musibah recall awal tahun ini. Salah satunya adalah dengan meresmikan posisi direksi baru yang memiliki wewenang lebih dalam proses rancang bangun dan keselamatan produk.

CEO Mary Barra menepati janjinya untuk mengubah strategi perusahaan dalam menangani isu recall. Ia menunjuk insinyur senior, Jeff Boyer, sebagai Vice President untuk bagian Keamanan Produk Global. Pria yang sudah bekerja untuk perusahaan selama 40 tahun ini dipercaya untuk menduduki posisi yang baru saja dibentuk sebagai pemegang komando dalam aspek keamanan kendaraan. Untuk pertama kali dalam sejarah GM, pimpinan yang terkait dengan unsur safety mendapat posisi setara dengan vice president untuk divisi lainnya. "Rincian tanggung jawab Boyer akan segera diterjemahkan supaya masalah keamanan pada produk GM bisa dicarikan solusinya," ujar Mary Barra kepada awak media kemarin.

Jeff Boyer sendiri sebelumnya adalah direktur pelaksana untuk divisi engineering dan pengembangan sistem di General Motors. Pria berusia 58 tahun ini juga sempat kebagian tanggung jawab untuk mengurus proses sertifikasi performa dan keamanan produk. Namun ia relatif bersih dari skandal recall karena sewaktu masalah cacat produksi pertama kali diketemukan pada tahun 2004 silam, ia masih menduduki posisi di bagian purchasing.

Pada 13 Maret lalu, jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York resmi menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi mobil-mobil produksi General Motors. Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Penyidikan akan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. Bagian switch ignition yang bekerja tidak sempurna konon sudah diketahui oleh tim insinyur sejak lama, namun tidak ada perbaikan sama sekali. Cacat fungsional itu juga berlaku untuk model seperti Chevrolet Cobalt, Pontiac G5 serta Saturn Sky dan Ion.

GM melakukan recall pada bulan lalu untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

GM sudah beberapa kali mengumumkan permintaan maafnya atas cacat produksi di berbagai produk. Presiden GM wilayah Amerika Utara, Alan Batey dalam pernyataannya bulan lalu menyebut kalau apa yang terjadi bukan sebesar yang diperkirakan masyarakat. Sementara CEO Mary Barra berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mendapatkan laporan yang lengkap terkait kinerja produksinya. "Kami akan menguji dan memperbaiki proses produksi sehingga konsumen tidak mengalami hal serupa di masa depan," ujarnya.


[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $35.17 atau menguat 1.5% pada sesi perdagangan Selasa (18/03)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar