Senin, 23 Januari 2017

cfd  CFD

Google Siasati Kendali Perusahaan via Stock Split

Selasa, 1 April 2014 14:58 WIB
Dibaca 958

Monexnews - Pemegang saham Google akan mendapat hadiah berupa satu saham baru dari setiap saham yang dimilikinya. Pun demikian, bukan berarti hak suara mereka juga bertambah dua kali lipat apabila bicara soal kendali operasional. 

Salah satu perusahaan termahal di dunia tersebut akan memulai stock split atau pemecahan saham 1:2 pada hari Selasa (02/04). Artinya setiap investor akan mendapat satu saham tambahan untuk setiap saham yang dimilikinya. Namun demikian, nilai investasinya tidak akan berubah karena harga dari satu saham (sebelum stock split) ikut dibagi dua karena kapitalisasi pasarnya tetap.

Pemegang saham Google yang tercatat sampai dengan 27 Maret lalu akan menerima 2 saham baru untuk setiap saham yang dimilikinya pada 2 April besok. Namun kedua saham tersebut nantinya memiliki kelas dan simbol perdagangan yang berbeda, di mana saham kelas A akan berada di bawah simbol 'GOOGL' dan saham kelas C memakai simbol lama 'GOOG'.

Dengan adanya stock spolit ini, maka jumlah saham yang beredar dua kali lipat lebih banyak. Hasil laba per saham (EPS) pada laporan kuartal I yang akan datang juga lebih kecil karena dibagi dengan jumlah saham yang baru. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, juga berhak menerima saham kelas C untuk setiap saham (kelas B) yang mereka miliki. Saham kelas B sendiri merupakan saham istimewa yang dipegang oleh pendiri perusahaan dan tidak dapat diperjualbelikan.

Bertambahnya kepemilikan saham investor pasca stock split tidak mencerminkan peningkatan hak suara di rapat umum nanti. Untuk urusan operasional, pemegang saham GOOGL dan GOOG tidak memiliki hak yang sama. Pemilik saham kelas A tetap memiliki suara dalam pengambilan keputusan, namun pemilik saham kelas C tidak memilikinya. Mereka hanya berhak menerima laba dari setiap saham kelas C yang dipegangnya.

Tujuan dari pemecahan jumlah saham adalah untuk menjaga hak kontrol Larry Page dan Sergey Brin atas perusahaannya. Mengingat Google berencana menghentikan dilusi saham kelas B yang dimiliki oleh petinggi perusahaan. Menurut Analis IDC, Crawford del Pete, stock split adalah cara Google untuk lebih mempunyai kontrol atas kinerja operasional. "Larry dan Sergei ingin berkuasa. Caranya adalah dengan menerbitkan saham kelas C sebagai insentif kepada pemegang saham tanpa menaikkan kekuatan hak voting mereka," ujar Pete kepada Marketwatch.


[Harga saham Google (GOOG) ditutup pada posisi $1,114.51 pada sesi perdagangan hari Senin (31/03) atau melemah setengah persen dibanding sesi pembukaan.]

 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar