Senin, 29 Mei 2017

cfd  CFD

Hanya Naikkan Citra, Bos Yahoo Dianggap Belum Sukses

Senin, 25 November 2013 11:31 WIB
Dibaca 461

Monexnews - Marissa Mayer sengaja ditunjuk sebagai direktur tertinggi Yahoo untuk mengembalikan kembali masa kejayaan perseroan seperti di awal booming teknologi satu dekade lalu. Bukan hanya cantik, CEO wanita itu juga giat melakukan reformasi di berbagai sektor operasional. Namun sampai akhir tahun 2012, tand-tanda kembalinya dominasi Yahoo di pasar iklan online (online ads) masih sangat minimal.

Selama satu setengah tahun menjabat sebagai CEO, Marissa Mayer melakukan segalanya untuk menaikkan kembali pamor Yahoo. Mulai dari peluncuran logo baru, mendisain kembali aplikasi yang sudah ada, akuisisi perusahaan-perusahaan strategis hingga memanjakan karyawannya dengan fasilitas seperti perpanjangan masa cuti hamil hingga pemberian iPhone secara cuma-cuma. Sejak saat itu pula harga saham Yahoo melonjak 130% dari level di mana Mayer belum ditunjuk sebagai CEO (Juli 2012).

Terlepas dari hasil cukup baik yang diterima oleh Yahoo dalam setahun terakhir, perusahaan sesungguhnya masih harus berjuang menarik pemasukan dari bisnis intinya dulu, yaitu iklan pada mesin pencari dan pemasangan iklan display. Angka penjualan dari kedua motor penghasilan itu terus menurun setiap kuartalnya sehingga tingkat pendapatan usaha juga terbilang flat dalam tiga tahun terakhir.

Banyak pihak menilai lesunya pemasangan iklan oleh klien lebih karena fokus manajemen yang terpisah ke unit bisnis lain. Yahoo memiliki saham besar dan cukup tergantung pada pemasukan anak usaha asal Asia, Alibaba, yang direncanakan go public dalam waktu dekat. Yahoo sangat membanggakan Alibaba, yang pada kuartal II lalu sukses mencatat kenaikan penjualan 61% dibandingkan tahun 2012. Sementara pendapatan bersihnya melonjak lebih dramatis, mencapai 145% hanya dalam setahun. Ketergantungan pada anak-anak usaha inilah yang membuat pos keuangan Yahoo terjaga walaupun di sisi lain performa bisnis intinya sedikit terlupakan.

Analis Topeka Capital Markets, Victor Anthony, memandang daya tarik saham Yahoo tidak lagi mengacu pada kemampuan bisnis utamanya. "Saya bisa bilang kalau nilai saham Yahoo sekarang adalah 75% berasal dari kepemilikan asetnya di Asia dan 25% adalah citra Marissa Mayer," demikian ujar Anthony. Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Scott Kessler, Analis S&P Capital IQ, yang menilai Yahoo bisa selamat karena dua faktor, yaitu persepsi pasar terhadap CEO-nya dan angka pemasukan dari Alibaba. "Yahoo berbeda dengan perusahaan lain karena mereke memiliki sosok bintang dalam diri Marissa Mayer," tutur Anthony.

Pangsa pasar iklan online Yahoo terus digerogoti oleh dua perusahaan rival yaitu Google dan Facebook. Investor tentu menyadari hal ini namun untuk sementara waktu perhatian mereka teralihkan oleh wacana IPO Alibaba, yang berpotensi menguntungkan pemilik saham saat ini. Setelah IPO tuntas, Marissa Mayer harus memutar otak lagi untuk menyenangkan hati pasar. Bukan hanya dengan mengandalkan pemasukan dari anak-anak usaha, namun juga menggenjot lagi minat beriklan di berbagai aplikasi dan mesin pencari buatannya.

Tingkat ketergantungan Yahoo kepada Alibaba memang sangat tinggi. Performa operasional apik Alibaba terus berlanjut di kuartal II 2013, di mana perolehan angka penjualan naik sampai 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersihnya bahkan melonjak dalam rasio fantastis, yakni menembus 145%. Untuk urusan konsistensi finansial tidak bisa dipungkiri kalau Alibaba jauh di atas Yahoo, yang baru saja mencetak penurunan sales dan profit dalam laporan kuartal III-nya.

Banyak sekali faktor yang melatarbelakangi kesuksesan bisnis Alibaba dalam hampir satu dasawarsa terakhir. Berikut ini adalah sembilan sektor bisnis yang menghasilkan laba bagi kas perusahaan:

1. Toko Online
Taobao adalah salah satu website jual beli buatan Alibaba dengan variasi barang dagangan mencapai 760 juta item. Menurut situs pemeringkat Alexa, Taobao adalah website paling populer ke-13 di dunia.

2. Toko Barang Mewah
Berbeda dengan Taobao, Alibaba juga membuat lini bisnis jual beli khusus produk-produk internasional kategori premium yang dinamai Tmall. Produk-produk Amerika seperti Adidas, Nike atau GAP laku keras di portal transaksi ini.

3. Sistem Pembayaran Online
Alipay adalah Paypal versi China yang konsep bisnisnya tidak berbeda dengan penyedia jasa pembayaran online di dunia. Platform transaksi ini paling sering digunakan oleh warga China ketimbang jasa online lainnya.

4. Kupon Online
Untuk penjualan kupon penawaran produk perusahaan lain, Alibaba menyerahkan tata kelolanya ke Juhuasuan. Serupa dengan Groupon, situs ini menjual voucher-voucher produk dan jasa kepada konsumen. Perusahaan yang memakai jasa Juhuasuan biasanya memang memasukkan strategi kupon potongan harga sebagai media promosi misalnya hotel dan restoran.

5. Mesin Pencari Jual Beli
Inovasi menarik yang dilakukan oleh Alibaba adalah dengan merilis suatu situs yang khusus ditujukan bagi calon konsumen barang dan jasa. Mereka tinggal masuk ke laman ETao, dan mengetik barang apa yang diinginkan. Sistem ETao akan memandu pengguna ke laman lain yang menjual produk atau layanan yang dimaksud. Singkat kata, situs ini juga disukai karena memudahkan pembeli.

6. Supplier bagi Usaha Kecil Menengah
Dalam sejarahnya, Alibaba.com merupakan situs yang menghubungkan pelaku usaha kecil dan pihak supplier. Jika ditarik ke belakang, maka bisnis ini sesungguhnya adalah cikal bakal kejayaan Alibaba. Sejak beroperasi pada tahun 1999, usaha kecil dan menengah sangat terbantu untuk menemui supllier yang cocok.

7. E-commerce untuk Usaha Kecil
Situs 1688.com memfokuskan layanannya untuk penjualan barang secara grosir bagi pelaku usaha kecil. Pada umumnya, mereka yang terlibat di forum jual beli Taobao mendapatkan produknya dari tangan pertama di 1688.com. Semua aktivitas transaksinya dituntaskan secara elektronik.

8. Penjualan Barang Murah
Bagi konsumen yang suka berburu barang murah atau di bawah harga pasar, AliExpress adalah situs yang wajib didatangi. Biasanya perusahaan atau penjual yang ingin melepas suatu barang dengan harga modal atau cuci gudang memasukkan dagangannya ke sini.

9. Cloud Computing
Aliyun.com adalah salah satu unit usaha termuda yang dimiliki Alibaba. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, layanan manajemen data dan komputasi Cloud menawarkan potensi laba yang tidak sedikit. Tidak heran kalau Alibaba tidak ingin ketinggalan arus bisnis jaringan meskipun karakteristiknya sedikit berbeda dibandingkan inti bisnis mereka.


*Harga saham Yahoo (NASDAQ:YHOO) ditutup pada posisi $36.49 atau menguat 0.52% pada sesi perdagangan Jumat lalu (22/11).

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar