Minggu, 24 September 2017

cfd  CFD

Hasil Earnings Kelas Berat akan Tentukan Arah Pasar Sepekan

Senin, 28 Oktober 2013 11:13 WIB
Dibaca 496

Monexnews - Beberapa emiten (perusahaan masuk bursa) Amerika Serikat dijadwalkan melepas laporan keuangannya ke publik pada pekan ini. Data laba rugi perusahaan (earnings) diprediksi mampu mengangkat indeks harga saham gabungan, seperti yang terjadi pekan lalu. Meskipun hasil laporan finansial emiten cenderung mixed atau beragam, antusiasme pelaku pasar sukses menggiring Dow Jones, Nasdaq dan S&P ke zona hijau. Indeks yang disebut terakhir bahkan mengakhiri pekan di posisi tertingginya.

Musim 'earnings' diawali oleh Apple pada hari Senin (28/10), sesaat setelah bel penutupan bursa New York berbunyi. Kuartal III diprediksi menjadi periode berat bagi produsen alat komunikasi premium ini. Hasil survei analis menghasilkan estimasi penurunan laba Apple dibandingkan periode yang sama tahun 2012, sedangkan angka penjualan diperkirakan hanya naik tipis. Lebih lanjut, laporan keuangan nantinya bisa menunjukkan seberapa jauh keberhasilan produk iPhone 5s dan 5c dalam percaturan ponsel cerdas dunia. Beberapa pekan sebelum Apple merilis earnings-nya, salah satu investor kenamaan, Carl Icahn, menyarankan supaya direksi segera melakukan buyback sehingga harga sahamnya meningkat di pasar reguler. Ia juga mengecam CEO Tim Cook, yang lebih suka menimbun uang ketimbang memakai kas keuntungan untuk menyenangkan pemegang saham. Patut disimak apakah Apple akan mengumumkan suatu kebijakan investasi yang menguntungkan semua pihak pada konferensi persnya nanti. Efek dari hasil laporan keuangan Apple baru akan terlihat di pasar reguler pada sesi Selasa (29/10). Harga saham Apple (AAPL) pekan lalu ditutup pada level $525.96 atau melemah 1.12% pada sesi perdagangan Jumat (26/10).

Di hari yang sama, Herbalife juga dijadwalkan melepas buku earnings. Produsen suplemen herbal ini sempat diterpa isu hukum terkait skema bisnis yang dianutnya. Lebih dari itu, kontroversi soal teknik marketing Herbalife juga memicu perdebatan antara dua investor kawakan, Bill Ackman dan Carl Icahn. Nama yang disebut pertama telah memasang posisi yang berlawanan dengan Herbalife, sementara Icahn bersikukuh menilai bahwa prospek bisnis perusahaan ini cukup cemerlang dan berpotensi menghasilkan laba bagi pemegang sahamnya. Harga saham Herbalife (HLF) ditutup pada posisi $66.37 atau melemah 1.8% pada sesi perdagangan Jumat lalu.

Pada hari Selasa (29/10), kompetitor Apple di industri ponsel, Nokia, akan merilis laporan laba ruginya ke publik. Hasil data keuangan kuartal III belum bisa merepresentasikan efektivitas dari transformasi bisnis Nokia. Setelah lini bisnis utamanya dibeli oleh Microsoft, Nokia belum mengeluarkan produk inovatif yang bisa memancing minat beli konsumen. Beberapa hari lalu, perusahaan asal Finlandia merilis sederet ponsel anyar dan tablet canggih untuk memperkaya pilihan produknya. Hasil angka penjualannya baru bisa dilihat setidaknya pada laporan keuangan periode kuartal IV yang rilis tahun depan. Harga saham Nokia ditutup pada posisi $6.97 pada sesi Jumat atau turun 2.5% dibandingkan harga pembukaan.

Dari wilayah media sosial, LinkedIn dan Facebook juga siap mengumumkan kinerja keuangannya pekan ini. Investor akan menyoroti efektivitas pemasukan dari lini iklan di perangkat mobile dari kedua perusahaan. Layanan aplikasi mobile terus meningkat dari waktu ke waktu, sebagaimana ditunjukkan oleh media sosial lainnya, Twitter, yang baru saja mengumumkan lonjakan angka penjualan dari jasa iklan mobile. Apabila penghasilan iklan dari layanan mobile memang naik signifikan, maka bisa disimpulkan bahwa masa depan media sosial via perangkat ringan memang cukup cerah. Harga saham LinkedIn ditutup pada posisi $240.70 atau melemah 1.1% pada sesi Jumat lalu, sementara saham Facebook melemah nyaris 1% ke level $51.95.

Raksasa otomotif kebanggaan Amerika, General Motors, akan mengisi agenda earnings di hari Rabu (30/10). Hasil laba GM diprediksi mampu memenuhi harapan karena sang rival utama, Ford, sudah merilis laporan keuangan dengan angka memuaskan. Pulihnya daya beli dan kondisi perekonomian menjadi alasan bagi perusahaan otomotif untuk menangguk laba besar seperti pada zama pra-krisis. Harga saham GM ditutup pada level $35.59 hari Jumat kemarin.

Tiga emiten lain yang dijadwalkan menggelar pengumuman laba rugi adalah Starbucks, Sprint dan Exxon Mobil. Ketiga perusahaan dari tiga sektor yang berbeda ini diprediksi merilis laporan keuangan yang bagus walaupun masing-masing tengah menghadapi kendala bisnis. Kombinasi dari seluruh rilis data keuangan akan berpengaruh besar terhadap kinerja indeks utama Wall Street di penghujung Oktober.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar