Selasa, 17 Oktober 2017

cfd  CFD

Hindari Pajak, Burger King Ajak Perusahaan Kanada untuk Merjer

Senin, 25 Agustus 2014 11:15 WIB
Dibaca 825

Monexnews - Perusahaan restoran cepat saji Burger King dikabarkan segera pindah kantor ke Kanada. Hal ini terkait dengan rencana merjernya dengan perusahaan gerai kopi asal negara tersebut, Tim Hortons. 

Proses merjer antara Burger King dan Tim Hortons sedang berlangsung. Dalam pernyataan bersama dari kedua perusahaan, basis operasional Burger King akan berpindah dari Amerika Serikat ke Kanada apabila negosiasi berlangsung lancar. Burger King juga akan berhasil menjalankan strategi melarikan diri dari pajak, yang disebut dengan istilah 'inversion' atau fasilitas pemotongan pajak bagi pengusaha jika mau bersatu dengan perusahaan asing dan memindahkan kantor pusatnya ke luar negeri. Artinya, merjer akan membuat pos penghasilan usaha Burger King jadi lebih besar karena beban pajaknya berkurang. Di Kanada sendiri, pungutan pajak usaha relatif lebih kecil ketimbang di Amerika Serikat.

Dalam satu dasawarsa terakhir, setidaknya ada 47 perusahaan yang sukses menjalankan proses inversion. Beberapa rencana inversion juga diterima oleh otoritas sepanjang tahun ini dan sebagian sedang diproses. Salah satu aksi inversion terakhir berlangsung di bulan Juli lalu, saat perusahaan asal Chicago, AbbVie, sepakat melakukan merjer senilai $54.7 miliar dengan konglomerasi asal Inggris, Shire. Pasca kesepakatan tersebut, beban pajak efektif AbbVie berkurang separuhnya dari 26% menjadi 13% hingga tahun 2016 mendatang.

Niat serupa juga diutarakan oleh produsen obat, Mylan, bulan lalu. Mylan ingin merancang merjer usaha dengan merangkul perusahaan asal Belanda yang merupakan anak usaha Abbott Laboratories serta memindahkan kantornya ke luar negeri.

Merjer antara Burger King dan Tim Hortons akan membentuk perusahaan restoran baru terbesar ke-3 di dunia. Dengan cabang tersebar di 100 negara, restoran burger dan kopi ini akan menghasilkan angka penjualan sekitar $22 miliar dari 18000 gerainya.

Meski tidak melanggar hukum, kebijakan merjer untuk menghindari pajak dikecam keras oleh pihak Gedung Putih. Pemerintah menyerukan supaya perusahaan-perusahaan domestik tidak berusaha 'mengakali' beban pajaknya dan selalu menjalankan bisnis dengan jiwa patriotisme. "Mereka mengumumkan bahwa markasnya pindah ke luar negeri, padahal kegiatan operasional lebih banyak di sini (AS). Saya tidak peduli apakah itu sah secara hukum, tetapi itu adalah perilaku yang salah," ujar Presiden Barack Obama dalam suatu kesempatan di bulan Juli lalu. 


[Harga saham Burger King Worldwide Inc (NYSE:BKW) ditutup pada posisi $27.11 atau menguat 1.01% pada sesi perdagangan hari Jumat kemarin (22/08).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar