Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

cfd CFD

Hindari 'Tragedi' Facebook, NYSE Gelar Gladi Resik IPO

Senin, 28 Oktober 2013 13:55 WIB
Dibaca 500

Monexnews - New York Stock Exchange (NYSE) benar-benar serius menggarap proyek initial public offering (IPO). Menyambut penawaran saham perdana Twitter, operator bursa terbesar Amerika ini menggelar gladi resik IPO pertama dalam sejarah.

Pada hari Sabtu waktu New York (26/10), NYSE Euronext mengadakan uji proses penjualan saham perdana. Operator ingin supaya kesalahan teknis yang terjadi kala IPO Facebook di Nasdaq tahun lalu tidak kembali terulang. Bukan sebuah hal baru bagi NYSE untuk menggelar test di akhir pekan, namun ceritanya berbeda karena baru kali ini pihak operator melakukan uji coba untuk IPO. Pengujian dilaksanakan atas aspirasi anggota bursa, yang tidak menghendaki adanya kesalahan teknis di hari-H.

Proses gladi resik berjalan sukses, di mana pihak operator melakukan simulasi order sampai ratusan ribu posisi. Setiap perusahaan diposisikan memasang satu order pada satu titik untuk 81 juta saham. "Kami senang dengan kesuksesan uji coba dan berterima kasih atas partisipasi perusahaan anggota bursa," ujar juru bicara NYSE.

Twitter berencana melepas 70 juta saham di kisaran harga $17-20 sekaligus menjadikannya sebagai emiten dengan galangan dana IPO terbesar setelah Facebook (421 juta saham senilai $38 per unit). Jika tidak ada aral melintang, proses IPO akan digelar pada 7 November mendatang.

NYSE belajar dari error yang dilakukan Nasdaq pada saat IPO Facebok tahun lalu. Kala itu, tingginya volume order saham memicu gangguan sistem transaksi sehingga pemasangan posisi trader tidak langsung tereksekusi. Selama beberapa jam, investor tidak bisa mengetahui kelanjutan posisinya masing-masing. Sesaat setelah sistem diperbaiki, banyak dari posisi tersebut tidak tereksekusi sebagaimana mestinya dan menghasilkan kerugian dalam jumlah besar. Secara kolektif, pialang-pilang besar mengklaim kerugian sebesar $500 juta dari kesalahan sistem Nasdaq. Operator ini didenda $10 juta oleh U.S. Securities and Exchange Commission dan bersedia membayar $62 juta untuk mengganti kerugian perusahaan pialang. Pada hari Jumat lalu, Nasdaq menyatakan siap membayar sebagian tanggung jawabnya senilai $41.6 juta kepada pihak penggugat. Konon atas alasan ini pula direksi Twitter lebih memilih NYSE sebagai pelabuhan IPO meskipun pada lazimnya, Nasdaq dianggap sebagai rumahnya para pemain teknologi Amerika. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar