Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

HP Tersandung Kasus Suap di Luar Negeri

Selasa, 31 Desember 2013 12:48 WIB
Dibaca 615

Monexnews - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Hewlett-Packard (HP), menyatakan sedang bernegosiasi dengan pihak pengawas usaha untuk menyelesaikan kasus suap yang dilakukan oleh oknum perusahaan. Produsen komputer ini siap membayar ganti rugi sehingga kasus ini bisa segera ditutup.

Hewlett Packard mengaku sedang disidik oleh U.S. Department of Justice dan lembaga pengawas pasar modal (SEC) terkait kasus suap yang dilakukan karyawannya, baik yang sudah resign maupun yang masih bekerja hingga sekarang. Beberapa oknum karyawan terindikasi menyuap pihak dalam pemerintah Rusia guna memenangkan tender proyek teknologi informasi (IT).

Investigasi penyidik terpusat pada temuan suap senilai 35 juta Euro yang dilakukan oleh anak usaha HP di Jerman dan otoritas Rusia. Kejadian ini berlangsung antara tahun 2001 dan 2006 silam namun tanda-tanda korupsi baru terungkap tahun 2010 dalam dokumen laporan tahunan 10-K yang diserahkan kepada Securities and Exchange Commission.

Dalam perjanjian tersebut, anak usaha HP berhak atas proyek instalasi jaringan di lembaga negara Rusia. Pemerintah Jerman, lokasi bisnis dari perusahaan subsider HP, menemukan bukti bahwa empat orang terlibat dalam kasus suap proyek IT, termasuk dua mantan pekerja dan satu karyawan HP yang masih aktif. Selain dituduh melakukan suap, mereka juga terbukti menyalahgunakan wewenang dan menghindari kewajiban pajak. Sementara untuk pengembangan kasus di Amerika, Departemen Kehakiman melakukan investigasi kasus berdasarkan undang-undang Foreign Corrupt Practices Act. Selain di Rusia, pihak otoritas di Amerika, Meksiko dan Polandia juga tengah melakukan penyelidikan atas kasus serupa yang terkait dengan keterlibatan anak-anak usaha HP dalam tender proyek pemerintah masing-masing. Belum ada keterangan resmi berapa jumlah yang harus dibayarkan oleh perusahaan seandainya semua tuduhan itu terbukti.

HP memang menyatakan siap bekerjasama dengan pihak pemerintah untuk mengungkap maslah ini sepenuhnya. Namun dengan adanya berita ini, reputasi HP sebagai salah satu produsen komputer terbesar dunia makin tercoreng. Perusahaan ini menyusul korporasi lainnya seperti Oracle dan IBM yang lebih dulu terjebak dalam tuduhan suap di beberapa negara. Tahun lalu, Oracle membayar kompensasi hukum $2 juta untuk meyelesaikan kasus suap di India. Sementara IBM telah divonis ganti rugi $10 juta atas kasus serupa di China dan Korea Selatan. Tidak hanya itu, otoritas juga sedang meng-investigasi adanya 'kongkalikong' ilegal antara perwakilan Microsoft di China dan pihak distributornya di Italia dan Rumania.

*Harga saham Hewlett-Packard (NYSE:HPQ) ditutup pada posisi $28.07 atau melemah 0.43% pada sesi perdagangan Senin (30/12).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar