CFD

HSBC Tersandung Praktik Pencucian Uang

Senin, 16 Juli 2012 12:11 WIB
Dibaca 529

Monexnews - HSBC dituduh gagal mengantisipasi aksi money laundering yang dilakukan teroris internasional.

Pada hari Selasa besok (17/07), Sub-komite Permanen Senat Amerika Serikat (AS) akan menggelar dengar pendapat dengan eksekutif HSBC dan Regulator perbankan. Para senator berencana menggunakan HSBC sebagai contoh kasus dalam diskusi tentang aksi pencucian uang oleh kaum teroris dan kriminal.

Financial Times melaporkan bahwa pihak HSBC siap menghadiri dengar pendapat. Dalam sebuah memo untuk karyawannya, chief executive Stuart Gulliver menyatakan pihaknya harus mempertanggungjawabkan akuntabilitas dan memperbaiki anggapan yang salah. "Antara 2004 dan 2010, kontrol anti-pencucian uang kami tidak berjalan efektif sehingga HSBC gagal menghindari praktik itu," demikian pengakuan Gulliver. Juru bicara bank mengklaim pihaknya sudah bekerjasama dengan otoritas bank Amerika untuk memupus aliran uang haram ke dalam sistem.

HSBC dituduh menjadi sarang penempatan dana nasabah kriminal dan alat untuk mencuci uang teroris. Sejauh ini, belum ada estimasi denda yang akan dibebankan kepada pihak perseroan terkait kasus ini. Namun spekulasi yang beredar di pasar keuangan menyebut nilai sanksi maksimal bisa menembus angka $1 miliar. Dalam laporan tahunannya, HSBC mengakui sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman, Bank Sentral dan otoritas pasar uang karena prosedur pencegahan aksi cuci uangnya tidak bekerja.

Jika ditelisik lebih lanjut, HSBC bukanlah satu-satunya bank yang tersandung aksi pencucian uang. Bulan lalu, Bank Belanda ING harus menerima hukuman $619 juta karena terbukti memindahkan dana miliaran dollar dari sistem keuangan AS ke wilayah Cuba dan Iran. Sementara pada 2010 silam, bank Wachovia dipaksa membayar $160 juta akibat terbukti memfasilitasi pencucian uang oleh kartel narkotika asal Meksiko.

(dim)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar