Minggu, 26 Maret 2017

cfd  CFD

Intel dan Microsoft Buktikan Diri Belum Habis

Jumat, 12 September 2014 11:37 WIB
Dibaca 688

Monexnews - Bukan Apple atau Google yang harga sahamnya naik konsisten sepanjang tahun 2014. Namun saham pemain-pemain lama di industri komputerlah yang mampu menarik perhatian investor di bursa saham New York.

Menurut CNN Money, Intel menjadi komponen saham Dow Jones dengan performa terbaik tahun ini berkat total kenaikan harga 33% sampai dengan pekan pertama September. Adapun saham yang identik dengan komputer lainnya, yakni Microsoft, sudah naik sebanyak 24% sekaligus menjadikannya saham terbaik ke-dua di indeks Dow.

Seperti diketahui, penggunaan perangkat komputer semakin berkurang dalam lima tahun terakhir di tengah pesatnya kemunculan produk ponsel cerdas dan tablet. Tidak sedikit orang yang menilai masa-masa kejayaan Microsoft dan Intel akan segera berakhir, padahal tidak demikian kenyataannya. Kenaikan harga kedua saham itu menunjukkan bahwa pelaku pasar sudah lebih bijak dalam mengelola portofolionya. Bisnis komputer belumlah habis benar. Di kantor-kantor, lembaga pendidikan hingga sektor bisnis retail, komputer PC masih digunakan sebagai perangkat utama dalam aktivitas harian. Tidak heran jika permintaan untuk komponen Intel dan sistem operasi Windows tetap stabil sampai sekarang.

Strategi dagang yang bagus juga melatarbelakangi kinerja positif saham Intel dan Microsoft. Microsoft akan resmi menarik dukungan teknisnya untuk Windows Server 2003 sehingga pengguna 'dipaksa' beralih ke sistem operasi Windows 8 di tempat kerjanya. Perusahaan hanya akan mengakui Windows Server 2012 dan sistem komputasi cloud yang dinamakan Azure sebagai 'rumah' utama. Artinya, pembelian Windows seri terbaru dan aplikasi pendukungnya akan lebih meningkat di masa depan.

Di sisi lain, kenaikan jumlah penggunaan komputer akan menambah jumlah permintaan untuk produk Intel. Lebih banyak pengguna pribadi dan kantor yang akan membutuhkan chip untuk PC dan server sehingga potensi keuntungannya ikut membaik. Alasan inilah yang membuat investor berbalik mengoleksi saham-saham berbasis komputer.

Untuk bersaing dengan pemain-pemain teknologi baru, baik Intel maupun Microsoft mempunyai caranya masing-masing. Intel semakin serius menggarap usaha sampingannya yaitu pembuatan chip untuk data center dan perangkat penunjang internet untuk rumahan. Sementara Microsoft tidak main-main lagi mengurusi bisnis game dan ponselnya.

Pelaku pasar memuji Intel dan Microsoft sebagai perusahaan yang meu berkembang. Di tengah dominasi wajah baru di sektor teknologi, seperti Apple dan Facebook, perusahaan lama yang bergerak di industri komputer masih mampu bertahan dan menghasilkan return bagi pemegang saham. Patut disimak apakah kinerja harga Intel dan Microsoft bisa tetap menguat samapai dengan tahun depan.

[Harga saham Intel (NASDAQ:INTC) ditutup pada posisi $35.02 pada hari Kamis (11/09). Sementara Microsoft (NASDAQ:MSFT) berakhir di level $47.00 atau menguat 0.34%.]

 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar