Sabtu, 23 September 2017

cfd  CFD

Intel: Kami Benar-benar Kehilangan Arah

Jumat, 22 November 2013 11:37 WIB
Dibaca 610

Monexnews - Setelah tiga dekade meraup laba dari industri komputer, Intel kini harus berjuang untuk bisa menjejakkan kaki di pasar teknologi. Peralihan market dari komputer personal ke perangkat mobile dan tablet membuat produsen chip ini kehilangan penghasilan.

Pihak direksi Intel mengakui kalau mereka menjadi korban transisi gadget dan gagal mengikuti arus perubahan. Kekurangan itulah yang membuat nama besar Intel pudar di tengah geliat industri tablet dan ponsel pintar dunia. "Kami menanggung akibat dari lesunya penjualan komputer dan laptop," ujar Andy Bryant, Presiden Intel kepada media. Ia mengatakan juga bahwa jajaran manajemen sesungguhnya sudah melihat tanda-tanda perubahan trend gadget dalam beberapa waktu terakhir, namun mereka tidak mengantisipasinya dengan langkah yang tepat. "Sungguh memalukan, kami bisa kehilangan arah seperti sekarang," tandasnya.

Untuk memperbaiki visi usaha yang terlanjur buram, Intel menunjuk pemimpin baru guna membangun perubahan. Bryant percaya kehadiran CEO Bryan Krzanich bisa membawa perubahan ke dalam kinerja bisnis Intel di masa depan. Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Krzanich menyebut teknologi komputer masih memegang peran inti dalam industri teknologi misalnya dalam pembuatan server, 'otak' PC dan tablet serta komponen utama dalam ponsel. Semua dianggapnya masih bergantung pada kemampuan komputer, di mana Intel masih memiliki kualitas untuk membuat produk yang bagus. Oleh karena itu, ia terus berupaya mengarahkan perusahaan untuk diversifikasi ke jenis produk chip bagi gadget lain seperti ponsel dan tablet.

Walaupun harga komputer terus jatuh karena minimnya permintaan, bos Intel percaya diri kalau pertumbuhan produk layanan datanya naik 15% per tahun sampai 2016 mendatang. Sedangkan di sektor mobile, Intel masih harus berjuang keras memenangkan hati klien yang membutuhkan chip prosesor mumpuni dalam ponsel dan tabletnya. "Tahun 2013 kami baru menjejakkan kaki, baru pada tahun depan penjualan Intel ditargetkan naik tiga kali," tegas Krzanich ketika ditanya soal prospek Intel di industri mobile.

Walaupun sudah lama malang melintang di industri mikro prosesor dunia, Intel masih kesulitan untuk menembus pasar tablet dan ponsel. Produk jualan yang mereka tawarkan kerap ditolak oleh pembuat ponsel-ponsel pintar di banyak negara.

Salah satu perusahaan yang selama ini setia memakai jasa prosesor chip buatan Intel adalah Lenovo. Seri chip Atom terakhir Intel dibenamkan pada produk Lenovo K900, yang menjadi varian penjualan andalan. Namun ketika membuat produk sekuelnya, yakni K910 atau Vibe Z, Lenovo justru enggan memakai jasa Intel dan lebih memilih Qualcomm sebagai supplier komponen chip.

Pihak Intel mengaku sudah tidak dilibatkan lagi dalam proses produksi ponsel K910. Namun perseroan membantah kalau kerjasama mereka dengan Lenovo sudah berakhir. "Hubungan antara kedua perusahaan bersifat produktif dan jangka panjang, mencakup banyak produk," tegas Intel dalam statement-nya. Produsen chip nomor satu dunia ini meyakini bisa kembali dipercaya dalam pembuatan ponsel-ponsel baru di masa depan.

Pada bulan Juni lalu, Lenovo mulai menjual model K900 berbasis chip Atom Intel di Thailand dan Malaysia. Secara total, sudah ada delapan negara yang menjadi sasaran pemasaran K900 di seluruh dunia. Satu-satunya perusahaan lain yang masih memakai jasa Intel dalam produksi ponsel pintarnya adalah Motorola. Varian RAZR i dipasangi prosesor Intel dan sudah dipasarkan di wilayah Eropa. Sementara beberapa vendor memesan chip Intel sebagai komponen terpisah di antaranya perusahaan Lava asal India, Megafon dari Rusia dan operator asal Perancis, Orange. Harga saham Intel (Nasdaq: INTC) pada sesi perdagangan 21 November 2013 ditutup pada level $25.23 (2.73%).

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar