Sabtu, 16 Desember 2017

cfd  CFD

Investor Apple Tunggu Kenaikan Laba Saham di Tahun 2014

Kamis, 26 Desember 2013 10:52 WIB
Dibaca 680

Monexnews - Pemegang saham Apple Inc diperkirakan bisa meraup return menarik di tahun 2014 mendatang berkat perluasan pangsa pasar di negara China. Jika pada beberapa tahun terakhir emiten teknologi ini dikenal pelit dalam membayarkan dividen, maka image buruk tersebut bisa saja berubah karena potensi perolehan laba dari produk iPhone sangatlah besar dalam beberapa bulan ke depan.

Saham Apple dianggap menarik saat ini karena dua alasan. Pertama, kerjasama dengan China Mobile diyakini mampu mengerek marjin keuntungan dalam jumlah besar dari pasar negeri tirai bambu. Harga saham Apple Inc melonjak drastis pasca munculnya kabar kerjasama distribusi dengan operator China Mobile. Pada sesi perdagangan Kamis (05/12), Apple tembus level tertinggi dalam 52 pekan terakhir di harga $575.14 sebelum akhirnya melemah beberapa Dollar. Sampai dengan saat ini, rekor terbaik Apple masih di level $700 yang dicetak pada bulan September 2012.

Trend penguatan Apple ke posisi tertingginya untuk tahun 2013 dimulai sejak akhir Juni namun baru pada akhir November lalu, pergerakan harganya relatif lebih kencang, hingga mencapai 10%. Kenaikan terjadi berkat optimisme investor terhadap prospek penjualan produk-produk terbaru dan euforia musim liburan yang identik dengan periode belanja warga Amerika.

Dari sisi kebijakan internal, penguatan saham Apple juga dipengaruhi oleh program buy back sebanyak 5% dari total ekuitas yang beredar di pasar. Pun demikian, banyak pihak merasa jumlah pembelian kembali oleh perusahaan masih kurang banyak karena Apple memiliki dana tunai berlimpah. Salah satu investor yang cukup meradang dengan betapa pelitnya produsen iPhone ini adalah Carl Icahn. Investor aktivis yang memegang $2.5 miliar saham Apple bahkan telah mendaftarkan permintaan supaya pemilik saham berhak ikut dalam voting kebijakan tentang wacana penambahan porsi buy back sebanyak $50 miliar.

Kerjasama dengan China Mobile akan membuat akses Apple ke konsumen China menjadi semakin luas mengingat jika dihitung berdasarkan jumlah pelanggannya, basis konsumen perusahaan China ini tujuh kali lebih besar dari Verizon (operator terbesar Amerika). Sementara sejak pertama kali merilis iPhone, wilayah China (termasuk Hong Kong dan Taiwan) adalah sumber pemasukan terbesar ke-tiga bagi Apple setelah Amerika dan Eropa.

Partnership dengan China Mobile diharapkan mampu mendongkrak citra dan kinerja penjualan karena operator nasional ini memang cakap dalam memasarkan ponsel mitra bisnisnya. Menurut lembaga riset saham, Trefis, China Mobile akan mampu menjual setidaknya 1.5 juta unit iPhone per bulan sehingga pada 2014 nanti jumlah pengguna iPhone akan bertambah sebanyak 20 juta. Jumlah sebesar itu setara dengan kenaikan penjualan sebanyak 17% dari catatan tahun fiskal yang berakhir 28 September lalu.

Faktor ke-dua yang dapat mengantarkan saham Apple ke level tertinggi baru tahun depan adalah harganya yang terbilang murah saat ini. Saham Apple diperdagangkan kurang dari 12 kali dari forward earnings, terlepas dari rasio pertumbuhan (long-term) industrinya yang mencapai 12.3%, yield 2.2% dan rencana buy back dan pembagian dividen yang nilai totalnya menembus $100 miliar sampai tahun 2015 mendatang.

Deal dengan China Mobile seharusnya bisa menjamin keberlanjutan pembayaran dividen. Operator terbesar di negaranya ini berencana menambah stasiun pemancar dengan teknologi 4G sebanyak 500.000 unit tahun depan. Pada periode yang sama, China Mobile menargetkan total penjualan ponsel cerdas 4G sampai 100 juta unit. Jika rencana ini berjalan mulus, maka rasio pengguna teknologi 4G di China akan naik dari 22% di kuartal III lalu menjadi 35% di akhir 2014.

Satu kerjasama dengan mitra strategis di emerging markets berdampak besar terhadap prospek saham Apple. Sekarang tinggal bagaimana perusahaan mengaplikasikan segala rencana tersebut, sekaligus lebih royal dalam membagikan dividen.]

 

*Harga saham Apple (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $567.67 atau melemah 0.42% pada sesi perdagangan hari Selasa (24/12)

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar