Senin, 23 Oktober 2017

cfd  CFD

Investor Ragu untuk Koleksi Saham Twitter

Senin, 4 November 2013 14:57 WIB
Dibaca 377

Monexnews - Beberapa hari jelang penawaran saham perdana (IPO) Twitter, media mulai melempar isu ke publik soal prospek investasi di perusahaan media sosial ini. Menariknya, sebagian besar orang Amerika tidak yakin kalau Twitter bisa menghasilkan return optimal bagi pemegang sahamnya.

Associated Press dan CNBC menyelenggarakan suatu jajak pendapat untuk mempelajari sejauh mana optimisme pelaku pasar terhadap saham Twitter. Sebanyak 47% warga Amerika tidak yakin kalau pembelian saham Twitter adalah suatu rencana investasi yang bagus, sementara 36% lainnya menganggap saham media sosial ini layak dibeli. Pada komponen interview lainnya, sebanyak 52% responden berusia antara 18 dan 34 tahun menolak tawaran investasi Twitter, yang akan memulai debutnya hari Kamis pagi waktu New York (07/11).

Jumlah responden yang menyambut baik IPO Twitter jauh lebih sedikit dibandingkan hasil jajak pendapat serupa yang digelar jelang IPO Facebook tahun lalu, di mana 51% memandang perusahaan Mark Zuckerberg sebagai investasi yang bagus. Hanya 31% orang yang enggan memiliki saham Facebook pada saat IPO bulan Mei 2012.

Twitter resmi mengumumkan valuasi saham untuk initial public offering (IPO) di New York Stock Exchange (NYSE). Perusahaan jejaring sosial itu mematok harga perdana di kisaran $17-20 per unit dengan volume sebanyak 70 juta saham. Idealnya Twitter mampu meraup dana segar sekitar $1.4 miliar dari go public. Apabila harga ditransaksikan pada valuasi harga tertinggi, maka raupan dana Twitter akan mencapai $10.9 miliar. Pesimisme investor kemungkinan terpengaruh oleh hasil laporan keuangan pertama yang dirilis ke publik beberapa saat lalu, karena di dalamnya terungkap bahwa Twitter mencetak kerugian sekitar $79.4 juta atau setara Rp890 miliar Rupiah pada tahun 2012. Perusahaan bahkan diprediksi kembali merugi tahun 2013 mengingat hingga kini jumlah kerugian sudah mencapai $69 juta di semester I. Namun demikian, angka penjualan juga meningkat dengan tingkat penghasilan sebesar $254 juta di periode yang sama.

Perusahaan yang berdiri sejak 2006 ini belum mencetak laba dalam tiga tahun terakhir atau sejak Twitter diwajibkan melaporkan pos keuangan kepada publik. Angka kerugian tercatat sebesar $67 juta pada tahun 2010 dan $164 juta satu tahun kemudian. Kalaupun ada alasan yang membuat sahamnya menarik untuk dibeli yakni potensi keuntungan dari trend iklan pada perangkat mobile. Mobile ads memberi kontribusi 65% terhadap total pendapatan iklan tahun lalu. Jumlah penggunanya yang mencapai 218 juta juga bisa menjadi parameter dari prospek cerah perusahaan di masa depan. Valuasi nilai perusahaan saat ini berada di kisaran $10 miliar. Sampai dengan 30 Juni lalu, Twitter memiliki aset cair dan tunai sekitar $375 juta dan jumlah tenaga kerja sampai 2000 orang. Pendirinya, Evan Williams, adalah pemegang saham terbesar dengan rasio kepemilikan 12%. Direktur Peter Fenton menjadi pemegang saham perorangan terbesar ke-dua dengan jumlah kepemilikan 6.7%. Biz Stone, yang dikenal sebagai pemegang saham institusi, tidak tercatat dalam lampiran dokumen yang diajukan kepada otoritas. Perusahaan akan terjun ke bursa dengan simbol TWTR di bawah otorita NYSE. Goldman Sachs memimpin koordinasi IPO, dengan dukungan dari Morgan Stanley.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar