Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Indeks Harga Konsumen AS tumbuh 0.3% di Desember vs. 0.2% di November, estimasi 0.3%

cfd CFD

IPO Belum Mulai, Harga Saham Twitter Sudah Terkerek

Kamis, 7 November 2013 10:40 WIB
Dibaca 427

Monexnews - Perusahaan media sosial Twitter akhirnya mematok harga jual saham untuk initial public offering (IPO) Kamis besok (07/11) di level $26 per unit atau sekitar Rp295.800. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi kisaran harga sebelumnya, yakni antara $23 dan $25.


Sejak pertama kali memastikan diri terjun ke lantai bursa, Twitter membidik harga jual perdana di area $17-20 per saham. Namun di awal pekan ini, perusahaan dan pihak koordinator kembali mengerek kisaran jualnya ke $23-25 per saham. Entah apa yang membuat calon emiten NYSE ini begitu percaya diri sehingga harga jual IPO kembali didongkrak ke level $26 hanya satu hari jelang hari-H. Dengan demikian, maka Twitter membidik raupan dana segar sekitar $1.8 miliar dari penawaran saham perdana sekaligus membuat kapitalisasi pasarnya membengkak jadi $14.2 miliar. Banyaknya pihak swasta yang siap menampung saham perusahaan media sosial ini diklaim menjadi alasan di balik kenaikan harga awal IPO.


Co-founder Evan Williams adalah pemegang saham individu terbesar Twitter dengan rasio kepemilikan 10.4% atau setara nominal $1.3 miliar sampai $1.4 miliar. Adapun CEO Dick Costolo mempunyai asey di perusahaannya senilai $191.9 juta. Nantinya hanya investor perusahaan, seperti hedge funds dan reksadana yang punya akses untuk membeli saham langsung dari pihak underwriter di hari pertama. Setelah itu, investor perorangan dapat melakukan transaksi langsung di bursa tanpa melalui pihak koordinator IPO yang terdiri dari Goldman Sachs dan Morgan Stanley.


Apabila dilihat dari aspek fundamental perusahaan, keputusan untuk menaikkan harga IPO terbilang berani karena bisnis Twitter belum sepenuhnya solid. Perusahaan yang berdiri sejak 2006 ini belum mencetak laba dalam tiga tahun terakhir atau sejak Twitter diwajibkan melaporkan pos keuangan kepada publik. Angka kerugian tercatat sebesar $67 juta pada tahun 2010 dan $164 juta satu tahun kemudian. Kalaupun ada alasan yang membuat sahamnya menarik untuk dibeli yakni potensi keuntungan dari trend iklan pada perangkat mobile. Mobile ads memberi kontribusi 65% terhadap total pendapatan iklan tahun lalu. Jumlah penggunanya yang mencapai 218 juta juga bisa menjadi parameter dari prospek cerah perusahaan di masa depan. Valuasi nilai perusahaan saat ini berada di kisaran $10 miliar. Sampai dengan 30 Juni lalu, Twitter memiliki aset cair dan tunai sekitar $375 juta dan jumlah tenaga kerja sampai 2000 orang.


Bahkan menurut survei, sebagian besar orang Amerika tidak yakin kalau Twitter bisa menghasilkan return optimal bagi pemegang sahamnya. Associated Press dan CNBC kemarin mengadakan suatu jajak pendapat untuk mempelajari sejauh mana optimisme pelaku pasar terhadap saham Twitter. Sebanyak 47% warga Amerika tidak yakin kalau pembelian saham Twitter adalah suatu rencana investasi yang bagus, sementara 36% lainnya menganggap saham media sosial ini layak dibeli. Pada komponen interview lainnya, sebanyak 52% responden berusia antara 18 dan 34 tahun menolak tawaran investasi Twitter, yang akan memulai debutnya hari Kamis pagi waktu New York (07/11).


Jumlah responden yang menyambut baik IPO Twitter jauh lebih sedikit dibandingkan hasil jajak pendapat serupa yang digelar jelang IPO Facebook tahun lalu, di mana 51% memandang perusahaan Mark Zuckerberg sebagai investasi yang bagus. Hanya 31% orang yang enggan memiliki saham Facebook pada saat IPO bulan Mei 2012.

 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar