Jumat, 21 Juli 2017

cfd  CFD

IPO di Amerika, 'Twitter China' Incar Modal Segar $4.3 triliun

Senin, 7 April 2014 10:41 WIB
Dibaca 527

Monexnews - Perusahaan media sosial asal China, Weibo, akhirnya mendaftarkan proposal initial public offering (IPO) kepada komisi pasar modal Amerika Serikat (SEC). Dalam dokumen tersebut, Weibo menargetkan raupan dana segar sekitar $380 juta (Rp4.3 triliun) dari kocek investor di bawah simbol perdagangan 'WB' (NASDAQ).

Weibo mematok kisaran harga pembukaan saham antara $17 dan $19 per unit pada penjualan saham perdana mendatang. Namun jika melihat besarnya animo pemodal jelang IPO, beberapa analis memperkirakan harga saham akan melonjak drastis pada penutupan sesi pertamanya nanti. Apabila berlangsung sukses, maka nilai pasar Weibo nantinya akan naik menjadi sebesar $4 miliar.

Weibo merupakan anak usaha Sina Corp, sebuah perusahaan induk bisnis yang juga baru terdaftar di indeks Nasdaq sekitar dua pekan lalu. Dalam histori keuangan yang dikirimkan kepada otoritas bursa SEC, Weibo menghasilkan laba operasional $3 juta selama kuartal terkhir 2013 sekaligus menjadikan triwulan tersebut sebagai periode keuntungan pertama yang berhasil dicatat oleh perusahaan. Pihak Weibo sendiri belum memastikan tanggal berapa mereka akan mulai melantai di Wall Street.

Kiprah Perseroan China di Pasar Modal Amerika

Bukan hanya bagi perusahaan asal Amerika Serikat, Wall Street seakan juga menjadi magnet bagi perusahaan luar untuk mengadu nasibnya. Kesuksesan Twitter dalam menggelar penawaran saham perdana (IPO) ingin diikuti oleh perusahaan dengan inti bisnis sejenis, termasuk perusahaan yang berasal dari China seperti Weibo. Weibo sendiri merupakan penyedia layanan sosial media yang pangsa pasarnya terpusat di wilayah China. Komunitas teknologi kerap menyebut perusahaan ini sebagai 'Twitter-nya orang China' karena memang dibuat dan dirancang untuk masyarakat negeri tirai bambu.

Jumlah pengguna Weibo sangat besar dan pertumbuhannya juga pesat. Weibo memiliki 61.4 juta pengguna aktif setiap hari (per Desember 2013) dan peningkatan user-nya mencapai rekor 58.9 juta orang di bulan September lalu. Namun begitu, jumlah pengguna Weibo baru separuh total pengguna Twitter yang mencapai 241 juta orang.

Bursa New York seakan menjadi lokasi favorit bagi pelaku bisnis asal China untuk menggalang dana. Selain karena likuiditasnya yang tinggi, peraturan yang diterapkan oleh SEC tidak seketat regulasi yang berlaku di negara Asia lainnya. Perusahaan teknologi lain yang sudah memastikan diri untuk IPO di Nasdaq adalah Alibaba. Raksasa jual beli online ini sudah mendaftarkan proposal IPO namun menolak memberi kepastian waktu pelepasan saham perdananya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar