Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

IPO Weibo Awali Invasi China ke Bursa Amerika

Kamis, 17 April 2014 13:41 WIB
Dibaca 583

Monexnews - Perusahaan media sosial asal China, Weibo, dijadwalkan menggelar penjualan saham perdananya di bursa Amerika Serikat nanti malam (Kamis 17/04). Di bawah simbol WB (NASDAQ), unit bisnis teknologi ini mengincar raupan dana segar $400 juta dari kocek investor.

Weibo telah mendaftarkan proposal initial public offering (IPO) kepada komisi pasar modal Amerika Serikat (SEC) pekan lalu dan mendapat lampu hijau untuk melaksanakan niat go public-nya. Weibo mematok harga pembukaan saham $17 pada sesi perdana atau merupakan batas terbawah dari asumsi awal. Namun jika melihat besarnya animo pemodal jelang IPO, beberapa analis memperkirakan harga saham akan melonjak drastis pada penutupan sesi pertamanya nanti.

Weibo merupakan anak usaha Sina Corp, sebuah perusahaan induk bisnis yang juga baru terdaftar di indeks Nasdaq sekitar dua pekan lalu. Dalam histori keuangan yang dikirimkan kepada otoritas bursa SEC, Weibo menghasilkan laba operasional $3 juta selama kuartal terakhir 2013 sekaligus menjadikan triwulan tersebut sebagai periode keuntungan pertama yang berhasil dicatat oleh perusahaan. Namun media sosial dengan jumlah pengguna mencapai 130 juta orang ini sempat merugi $48 juta pada triwulan pertama 2014 atau dua kali lipat dibandingkan total kerugiannya pada kuartal I tahun lalu. Meskipun mampu mengeruk pemasukan $183 juta sepanjang 2013, muncul kekhawatiran kalau momentum bisnis Weibo sudah mencapai puncaknya. Terlebih lagi, perusahaan ini kurang mampu bersaing di sektor mobile dan kalah kompetitif dibandingkan WeChat.

Kiprah Perseroan China di Pasar Modal Amerika

Bukan hanya bagi perusahaan asal Amerika Serikat, Wall Street seakan juga menjadi magnet bagi perusahaan luar untuk mengadu nasibnya. Kesuksesan Twitter dalam menggelar penawaran saham perdana (IPO) ingin diikuti oleh perusahaan dengan inti bisnis sejenis, termasuk perusahaan yang berasal dari China seperti Weibo. Weibo sendiri merupakan penyedia layanan sosial media yang pangsa pasarnya terpusat di wilayah China. Komunitas teknologi kerap menyebut perusahaan ini sebagai 'Twitter-nya orang China' karena memang dibuat dan dirancang untuk masyarakat negeri tirai bambu.

Jumlah pengguna Weibo sangat besar dan pertumbuhannya juga pesat. Weibo memiliki 61.4 juta pengguna yang aktif log in setiap hari (per Desember 2013) dan peningkatan user-nya mencapai rekor 58.9 juta orang di bulan September lalu. Namun begitu, jumlah pengguna Weibo masih jauh dari total pengguna Twitter yang mencapai 241 juta orang.

Bursa New York seakan menjadi lokasi favorit bagi pelaku bisnis asal China untuk menggalang dana. Selain karena likuiditasnya yang tinggi, peraturan yang diterapkan oleh SEC tidak seketat regulasi yang berlaku di negara Asia lainnya. Kesuksesan IPO Weibo akan sangat menentukan sambutan pelaku pasar terhadap penjualan saham perusahaan asal Asia lainnya. Seperti diketahui, IPO yang lebih besar sudah menunggu investor di New York, yaitu raksasa online asal negeri tirai bambu, Alibaba.

Alibaba dijadwalkan mengirim proposal initial public offering (IPO) kepada Securites Exchange Comission (SEC) Amerika Serikat pada hari Senin mendatang. Sumber perusahaan yang dikutip oleh Reuters mengatakan bahwa pihak direksi sudah menyelesaikan prospektus dan berbagai persiapan untuk IPO di New York.

Penjualan saham perdana oleh spesialis perdagangan online ini diprediksi bernilai lebih dari $16 miliar atau memecahkan rekor IPO sektor teknologi yang dipegang oleh Facebook pada tahun 2012 lalu.

Kepastian IPO perusahaan asal China ini didapat pertengahan bulan Maret 2014 saat Alibaba akhirnya memilih bursa saham Amerika Serikat sebagai pelabuhan initial public offering-nya (IPO) tahun ini. Meskipun tidak terlalu memiliki nama di Amerika Serikat, Alibaba otimis mampu menggalang dana segar di atas $16 miliar dari IPO-nya nanti. Jumlah modal yang ditargetkan dari kocek investor tersebut kurang lebih sama dengan nilai IPO Facebook ($16 miliar).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar