Minggu, 22 Oktober 2017

cfd  CFD

Jelang Launching, Apple Music Ubah Aturan Soal Royalti

Jumat, 26 Juni 2015 10:54 WIB
Dibaca 3052

Monexnews - Aspirasi musisi Amerika Serikat (AS) tentang aturan pembayaran royalti dalam layanan Apple Music akhirnya didengarkan oleh direksi Apple. Perusahaan ini akhirnya sepakat untuk membayar royalti atas penggunaan musik kepada artis-artis selama masa trial.

Penyanyi Taylor Swift akhirnya mencabut boikot terhadap Apple setelah dirinya menerima kepastian akan mendapat bayaran royalti selama albumnya 'dijual' di fasilitas streaming Apple selama 3 bulan masa percobaan. Dengan demikian maka fans salah satu musisi termahal dunia ini bisa menikmati isi album terbaru '1989' yang sebelumnya tidak ada di Apple Stream. "Setelah apa yang terjadi satu minggu terakhir, saya putuskan untuk memasukkan 1989 ke Apple Music," kata Swift dalam akun Twitter-nya. Ia juga memastikan bahwa tidak ada deal khusus antara label rekamannya dengan Apple dan menegaskan kalau artis lain akan mendapat perlakuan yang sama.

Rencana Apple Inc untuk masuk ke bisnis streaming musik terganjal oleh kebijakannya sendiri awal pekan ini. Penyanyi terkenal, Taylor Swift, sempat mempertanyakan keputusan Apple yang tidak mau membayar royalti kepada artis yang musiknya ada di dalam daftar layanannya.

Seperti diketahui, Apple memperluas skala bisnisnya dengan masuk ke layanan streaming untuk menyaingi pemain lama seperti Spotify. Tetapi kebijakan royalti yang dikenakan oleh perusahaan dianggap tidak adil oleh artis yang musiknya masuk dalam layanan itu. Pasalnya Apple tidak akan membayar royalti selama masa trial atau uji coba penggunaan Apple Music yang berlaku untuk 3 bulan. Kebijakan tersebut mendapat kritik keras dari Taylor Swift.

Dalam tulisan yang berjudul 'Kepada Apple dari Taylor' di account media sosial, Tumblr, Swift mengutarakan uneg-unegnya. Ia menyebut Apple tidak adil kepada penyanyi yang lagunya dipakai karena tidak mau membayar royalti selama masa trial. "Kebijakan Apple di luar dugaan, mengecewakan dan tidak menunjukkan image sebagai perusahaan yang maju," katanya. Swift menambahkan bahwa bukan hanya dirinya yang keberatan dengan sikap Apple, tetapi beberapa koleganya mulai dari artis hingga produser juga memiliki kekecewaan serupa. Sayangnya tidak banyak dari mereka yang berani vokal karena memiliki rasa hormat yang teramat tinggi terhadap perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs itu.

Apple Music sendiri baru akan diluncurkan pada 30 Juni mendatang sebagai layanan ekstra untuk iTunes dengan biaya langganan $10 per user. Pecinta musik bisa dengan leluasa streaming musik terbaru serta menikmati siaran radio gratis serta berbagai kelebihan lainnya. Satu hal yang pasti, Taylor Swift tidak bersedia album terbarunya yang berjudul '1989' ada dalam Apple Music sampai pihak perusahaan mengubah kebijakan royaltinya.

Apple sendiri punya aturan untuk membayar 71,5% pendapatan dari bisnis musik dalam bentuk royalti atau di atas ketentuan standar 70%. Namun label rekaman skala kecil konon tidak mendapatkan royalti sebesar itu. Pemerintah Amerika dan Eropa mencium adanya kongkalikong antara Apple dan perusahaan rekaman besar dalam industri musik online. Kantor jaksa New York dan Connecticut bahkan sudah melakukan penyelidikan terkait indikasi pelanggaran UU persaingan usaha, di mana Apple sudah meneken kesepakatan dengan beberapa label untuk memasarkan musik artis-artisnya dengan ketentuan yang mereka buat sendiri. Belum ada pernyataan resmi dari Apple tentang kritik yang dilontarkan oleh Taylor Swift dan isu penyidikan kantor kejaksaan.

 [Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $127.50 atau melemah 0,48% pada sesi perdagangan hari Kamis (25/06).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar