Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

cfd  CFD

Jelang Referendum Skotlandia, Tiga Tambang Masuk Daftar Jual Shell

Jumat, 14 Februari 2014 11:49 WIB
Dibaca 1008

Monexnews - Salah satu perusahaan minyak terbesar dunia, Royal Dutch Shell, berencana menjual tiga tambang minyak dan gasnya di wilayah Pantai Utara Inggris. Penjualan proyek eksplorasi ini merupakan bagian dari program divestasi yang dicanangkan oleh pihak direksi untuk tahun buku yang baru. 

Wacana pelepasan tambang Anasuria, Nelson dan Sean terkuak di tengah tingginya tensi politik di wilayah Britania. Jelang referendum kemerdekaan Skotlandia, petinggi perusahaan-perusahaan energi mulai mengubah strategi bisnisnya karena cemas dengan perubahan kebijakan dan perizinan pasca pemungutan suara di Skotlandia. Apabila nantinya Skotlandia lepas dari cengkeraman pemerintah Inggris Raya, maka iklim investasi sektor migas juga akan berubah. Hal inilah yang membuat Shell meninjau kembali beberapa proyeknya di berbagai area.

Pihak Shell memang tidak menyebut isu politik sebagai bahan pertimbangannya. Terlebih lagi penjualan ketiga lahan tambang ini memang sudah bisa diterka karena wilayah pantai utara Inggris memang tidak lagi memiliki cadangan minyak besar, di mana hasil eksplorasi turun hingga dua per tiga produksi semula sejak tahun 2000 silam.

Glen Cayley, vice-president divisi Upstream Shell UK dan Irlandia mengatakan Inggris Raya adalah wilayah bisnis yang penting bagi Shell. "Strategi kami tidak berubah, yakni fokus pada pengembangan aset lahan yang masih potensial untuk digali memakai sumber daya teknologi Shell," tambahnya.

Meskipun diklaim bukan karena faktor politik, pelepasan tambang oleh Shell bisa memicu suatu kekhawatiran di sektor perminyakan Eropa. Lembaga UK Oil & Gas telah memperingatkan pemerintah Inggris untuk bertindak apabila nantinya volume penurunan hasil produksi migas terus menurun. Sementara itu, Bob Dudley, chief executive rBitish Petroleum, pekan lalu menyebut ia dan koleganya dari perusahaan lain tidak suka dengan tensi politik jelang pemungutan suara di Skotlandia pada bulan September mendatang. Petinggi politik Skotlandia telah terang mengatakan kalau negaranya akan mengambilalih seluruh tambang minyak yang berada di wilayahnya, apabila mereka jadi berpisah dengan Inggris. Perubahan kursi pemangku kepentingan rawan berdampak negatif terhadap prospek bisnis produsen minyak, yang sudah nyaman dengan kelonggaran pihak Inggris. 

[Harga saham Royal Dutch Shell (NYSE RDS.A) ditutup pada posisi $71.15 atau naik 1.3% pada sesi perdagangan Kamis (13/02)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar