Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

cfd CFD

Jelang Rilis, Samsung Kekurangan Stok Galaxy S6 Edge

Kamis, 9 April 2015 11:53 WIB
Dibaca 1442

Monexnews - Samsung Electronics Co. hari ini menyatakan bahwa produk smartphone seri Galaxy layar lengkung yang akan meluncur bulan ini hanya dijual dalam jumlah terbatas. Perusahaan mengaku belum bisa menjual terlalu banyak Galaxy S6 Edge karena ada kendala dalam perakitan komponen layar.

Chief Executive Samsung divisi smartphone, J.K Shin, dalam konferensi pers beberapa saat lalu menegaskan perusahaannya akan tetap merilis dua seri ponsel premium pada hari Jumal besok yakni Galaxy S6 dan S6 Edge (layar lengkung). Samsung memprediksi permintaan untuk seri S6 Edge akan lebih banyak dibandingkan S6 biasa. Sayangnya perusahaan kemungkinan belum bisa menjual terlalu banyak seri ponsel ini karena perakitan layar lengkung membutuhkan waktu lebih lama. “Kami berupaya keras untuk mengatasi kendala suplai," ujar Shin, seperti dilansir oleh Wall Street Journal.

Samsung tetap optimis kalau penjualan jangka panjang duet Galaxy S6 dan S6 Edge akan melampaui produk pendahulunya. Di Amerika Serikat, beberapa operator sudah antri untuk memasarkan varian terbaru Galaxy dalam bentuk bundling pasca bayar antara lain Verizon Wireless, AT&T, T-Mobile dan Sprint. Konsumen pun diyakini akan rela menunggu untuk mendapatkan ponsel idamannya. 

Kembali Andalkan Produk Premium

Samsung memang bisa dibilang berhasil melewati periode sulit dalam perjalanan bisnisnya tahun lalu. Tapi untuk bisa bertahan, perusahaan negeri ginseng ini wajib menampilkan produk baru yang lebih diterima pasar. Harapan besar digantungkan ke seri terbaru Galaxy S6 dan S6 Edge, yang akan dirilis pada hari Jumat esok (10/04). Salah satu ponsel seri lengkung ini diharapkan mampu menyaingi popularitas iPhone 6 dan 6 Plus besutan Apple yang lebih dulu menarik perhatian konsumen.

Marjin keuntungan Samsung berkurang drastis sepanjang tahun lalu karena produknya gagal berkompetisi dengan smartphone-smartphone anyar keluaran China. Setelah sukses mencetak kenaikan laba di atas 15% selama 10 kuartal beruntun, profit Samsung akhirnya hanya meningkat 7,1% di triwulan III 2014. Senior Vice President-nya, Kim Hyun-joon, dalam conference call akhir tahun lalu mengutarakan optimismenya bahwa laba dari bisnis ponsel akan kembali meningkat sampai double-digit di tahun 2015. Kunci utamanya adalah launching dua model andalan, yakni S6 dan S6 Edge, yang dibanderol antara $600 dan $1000 per unit (di Amerika Serikat). Belum diketahui apakah informasi soal kekurangan stok ini adalah kendala yang benar-benar dihadapi oleh perusahaan atau justru strategi marketing untuk membuat seri S6 Edge menjadi lebih eksklusif. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar