Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Johnson & Johnson Garap Proyek di China dan Jepang

Senin, 6 April 2015 15:14 WIB
Dibaca 397

Monexnews - Dengan omset tahun 2014 mencapai $74 miliar dan net profit $16 miliar, Johnson & Johnson masuk dalam daftar perusahaan health-care terbesar dunia. Namun hal itu belum menghentikan perluasan bisnis perusahaan, terutama ke wilayah Asia.

Menurut Chairman dan Chief Executive Alex Gorsky, Johnson & Johnson membidik ekspansi bisnis ke China dan Jepang. Pria berusia 54 tahun ini melihat Asia sebagai pangsa pasar yang penting, terutama di industri kesehatan. Oleh karena itulah, perusahaan membuka innovation center di kota Shanghai sebagai lokasi berkumpulnya ahli-ahli sains dalam membuat produk yang tepat guna.

Kepada Wall Street Journal, Gorsky menegaskan bahwa China bukan lagi berperan sebagai pasar, namun ber-transformasi menjadi lokasi penelitian dan penemuan produk baru. Salah satunya adalah penelitian soal paru-paru. Bos Johnson & Johnson mengklaim sebanyak 50% kasus penyakit paru-paru berada di China karena kualitas udara di negara ini tergolong buruk. Dengan membangun pusat penelitian, maka diharapkan ada suatu solusi kesehatan bagi warganya di masa depan.

Sementara untuk Jepang, Johnson & Johnson fokus menjalin kerjasama di bidang teknologi. Sebagai negara yang terkenal dengan inovasi teknologi, Jepang dianggap sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan bisnis. Gorsky menilai warga Jepang punya komitmen kuat di bidang pendidikan sehingga dimungkinkan adanya produk kesehatan baru berbasis teknologi dalam waktu yang tidak lama lagi.

[Harga saham Johnson & Johnson (NYSE:JNJ) ditutup pada posisi $99.64 atau menguat 0,49% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (02/04).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar