Senin, 16 Januari 2017

cfd CFD

JP Morgan Di-hack karena Abaikan Standar Pengamanan

Selasa, 23 Desember 2014 13:31 WIB
Dibaca 775

Monexnews - Tim FBI yang menyelidiki aksi 'hacking' sistem IT JP Morgan Chase mengumumkan hasil investigasinya. Menurut biro tersebut, jaringan perusahaan tersebut memang rawan disusupi karena tidak memenuhi standar pengamanan minimum. 

Hasil investigasi terhadap kasus penembusan pusat data informasi JP Morgan menunjukkan bahwa 'hacking' terjadi karena tim IT bank tersebut tidak menerapkan standar keamanan dasar. Seandainya JP Morgan tidak lalai memasang pengamanan dasar di jaringan server-nya, maka kecil kemungkinan data-datanya bisa dicolong hacker.

Menurut laporan New York Times mengutip pernyataan tim investigasi, titik lemah dalam sistem keamanan jaringan JP Morgan sebenarnya adalah hal yang sangat standar. Tim IT ditengarai tidak menggunakan skema pengamanan otentifikasi ganda yang lazim disebut two-factor authentification. JP Morgan memang sudah melengkapi server-nya dengan skema dua password, namun langkah itu dilakukan setelah sistem berhasil di-hack orang luar.

Seperti diketahui, aksi peretas atau hacker semakin menggila dalam beberapa bulan terakhir. Di Amerika Serikat, penjahat dunia maya tidak hanya menyerang situs dan database negara, namun sudah berani merangsek ke sistem keamanan teknologi informasi perusahaan-perusahaan besar termasuk di sektor keuangan, seperti JP Morgan. "Kami mengalami serangan tanpa henti. Bagusnya, kami memiliki keamanan berlapis untuk membendung ancaman dan potensi penyelewengan," klaim juru bicara resmi JPMorgan bulan Agustus lalu.

Pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) langsung turun tangan melacak sumber dari serangan cyber yang dialami oleh JPMorgan. "Kami bekerja dengan agen rahasia negara (secret service) untuk mencari tahu pelaku peretasan terhadap sistem lembaga-lembaga keuangan," demikian pernyataan resmi FBI kala itu. Kemudian pada bulan Oktober 2014, pihak perusahaan mengakui bahwa sebagian dari 83 juta data rekeningnya dicuri oleh peretas. Jumlah itu menandai pencurian data nasabah terbesar dalam sejarah keuangan Amerika Serikat. Pemerintah sendiri sedang membuka wacana baru untuk meningkatkan pengamanan sistem IT bank-bank di tengah tingginya volume hacking oleh pihak luar.

[Harga saham JPMorgan Chase (NYSE:JPM) ditutup pada posisi $61.94 pada sesi perdagangan reguler hari Senin (22/12) atau menguat 0.02%.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar