Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

cfd  CFD

Jual Obligasi, Apple Tuai Cibiran dan Pujian

Kamis, 5 Februari 2015 13:49 WIB
Dibaca 695

Monexnews - Apple Inc baru saja meraup dana segar sebesar $6,5 miliar dari penjualan obligasinya awal pekan ini. Meski banyak pihak mengkritik aksi korporasinya, pelaku keuangan justru memuji ketepatan waktu penerbitan surat hutang oleh perusahaan termahal dunia itu.

Pada tanggal 2 Februari lalu, Apple melepas obligasi untuk membiayai aktivitas operasionalnya. Langkah tersebut dipandang tepat karena pada hari tersebut, suku bunga obligasi di Amerika Serikat sedang menyentuh level terendah sejak Mei 2013 lalu. Artinya, Apple hanya perlu membayar bunga hutang sebesar 1,55% untuk aset hutangnya yang bertenor 5 tahun.

Salah satu pengamat bisnis yang memuji langkah Apple adalah Marilyn Cohen dari Envision Capital Management. "Tidak banyak perusahaan yang bisa masuk ke pasar untuk menuntaskan agenda besar seperti penjualan obligasi secara cepat dan efisien," katanya. Cohen juga melihat keberhasilan Apple dalam setiap kebijakan bisnis menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap saham maupun obligasinya. Sebagai catatan pada sesi hari Rabu semalam, saham Apple menyentuh posisi termahalnya dalam sejarah perseroan.

Investor yang sudah membeli surat hutang bertenor 30 tahun hanya akan menerima bunga peminjaman sebesar 3,45% per tahun. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit rumah untuk periode yang sama.

Aksi Kontroversial Apple

Seperti diberitakan sebelumnya, Apple memutuskan untuk menjual obligasi senilai $6,5 miliar atau Rp82 triliun awal pekan ini. Langkah tersebut cukup kontroversial mengingat perusahaan diketahui memiliki arus kas yang sehat sehingga tidak membutuhkan hutang baru.

Sebelum melepas surat hutang, Apple pekan lalu mengumumkan rekor keuntungan $18 miliar di kuartal terakhir 2014. Jumlah itu makin melambungkan pundi-pundi kas perusahaan termahal dunia itu menjadi $178 miliar, semua dalam bentuk tunai. Kalau memang tidak mengalami kesulitan modal, kenapa Tim Cook dan kolega mengambil langkah penjualan obligasi?

Jawabannya adalah 'pajak'. Seperti diketahui oleh umum, sebagian besar keuntungan Apple diparkir di luar negeri untuk menghindari pungutan pajak di negaranya sendiri. Selama uang itu berada di luar wilayah Amerika, maka pemerintah tidak berhak memungut pajaknya. Merasa tidak mau rugi, Apple menunda repatriasi atau pemulangan uang ke dalam negeri karena tidak mau jumlahnya berkurang 35% akibat kewajiban pajak.

Apple konon menginginkan fasilitas tax holiday untuk repatriasi, seperti aturan yang sedang diajukan oleh anggota DPR Barbara Boxer dan Rand Paul. Keduanya sedang membuat proposal yang mengatur jumlah pembayaran pajak bagi perusahaan Amerika yang berbisnis di luar negeri. Persentase pungutan dalam proposal Boxer dan Paul sangatlah kecil, yakni hanya 6,5% dari total profit per periode buku. Wacana ini diperkirakan akan mengundang amarah presiden Barack Obama, yang sudah sejak lama gerah dengan kebijakan beberapa perusahaan besar dalam mengelola pos keuangannya. Gedung Putih mengungkit kurangnya rasa nasionalisme di sektor bisnis, padahal pemerintah berperan besar dalam menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif. 

Walaupun peluang diloloskannya ide itu tergolong kecil, Apple sepertinya masih berharap keluarnya aturan yang bisa meringankan beban pajaknya. Sembari menunggu, pihak direksi memang membutuhkan dana segar untuk membiayai keperluan sehari-hari, mulai dari buyback saham hingga pembayaran dividen dan cicilan hutang sebelumnya. Tetapi Tim Cook tidak perlu memakai uangnya di kas luar negeri karena kalau dipulangkan ke Amerika, pajaknya luar biasa besar. Penerbitan surat hutang lebih murah karena suku bunga masih rendah, jauh lebih murah ketimbang harus me-repatriasi Dollar ke negeri sendiri. Selama belum ada reformasi pajak oleh pemerintah dan DPR, Apple diyakini masih akan menjalankan cara serupa dalam berbisnis.

 [Harga saham Apple (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $119.56 atau menguat 0,77% pada sesi perdagangan hari Rabu (04/02).]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar