Sabtu, 21 Oktober 2017

cfd  CFD

Karena Dreamliner, All Nippon Kehilangan $15 Juta

Jumat, 1 Februari 2013 13:26 WIB
Dibaca 469

Monexnews - Penghentian operasional pesawat Boeing 787 Dreamliner yang dimiliki oleh All Nippon Airways (ANA) membuat maskapai asal Jepang itu kehilangan pemasukan hingga $15 miliar. Apabila suspensi itu terus berlanjut, jumlah kerugian diprediksi lebih besar lagi.

Di awal bulan Januari lalu, salah satu pesawat ANA mengalami masalah tenaga dan kelistrikan sehingga pemerintah terpaksa menghentikan operasional seluruh unit Dreamliner-nya. Hal ini membuat perusahaan harus memarkir sementara pesawat-pesawatnya sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Atas kerugian operasional yang dialaminya, operator Dreamliner terbesar dunia ini berniat meminta kompensasi Boeing (NYSE:BA) sebagai produsen pesawat.

Pihak Boeing sejauh ini baru mengatakan siap melakukan investigasi dan melakukan normalisasi operasional pesawat 787. Jajaran direksi belum menghitung potensi kerugian yang akan dialami, namun memastikan bahwa semuanya akan diklakulasi setelah semua penyebab kerusakan diketahui. ANA sendiri terpaksa membatalkan 459 penerbangan hingga saat ini, dengan estimasi kehilangan pemasukan sebesar 1,4 miliar Yen. Masih belum jelas kapan pesawat Dreamliner bisa kembali beroperasi.

Sebagai nyawa penghasilan sebuah maskapai, peran pesawat terbang sangatlah besar karena turut menentukan tingkat pendapatan. Presiden Eksekutif ANA, Kiyoshi Tonomoto, dalam sebuah konferensi pers mengatakan tidak ingin masalah ini berlanjut lebih lama. "ANA berjuang meraih kembali kepercayaan terhadap penggunaan 787 dan terus bekerjasama dengan otoritas Jepang maupun Amerika," ujarnya.

Ana adalah maskapai dengan jumlah penumpang terbesar di Jepang. Perusahaan ini mengoperasikan 1000 penerbangan setiap hari dengan 233 pesawatnya. Meski varian Dreamliner-nya dihukum sementara waktu, proyeksi laba untuk tahun fiskal yang erakhir 31 Maret tidak berubah. Masalah ini kian menambah beban usaha yang sebelumnya sudah cukup berat. Sentimen anti Jepang di wilayah China hingga saat ini mengganggu minat terbang penduduk negara itu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar