Minggu, 28 Mei 2017

cfd  CFD

Kasus Cacat Produksi GM Resmi Masuk Ranah Hukum

Kamis, 13 Maret 2014 13:28 WIB
Dibaca 1212

Monexnews - Jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York resmi menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi mobil-mobil produksi General Motors (GM). Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Tahun 2014 baru berjalan kurang dari tiga bulan, namun General Motors sudah harus menarik jutaan produknya dari pasaran karena cacat produksi. Tidak heran jika komunitas otomotif, khususnya konsumen asal Amerika Serikat, mengkritisi kualitas mobil buatan perusahaan itu.

Kantor jaksa wilayah menolak untuk memberikan keterangan rinci tentang investigasi tersebut. Begitu pula dengan GM, yang belum mau berkomentar menyikapi proses hukum yang sedang berlangsung. "Kami belum bisa mengatakan apa-apa sekarang," ujar juru bicara perusahaan, Alan Adler, kepada CNN.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. Bagian switch ignition yang bekerja tidak sempurna konon sudah diketahui oleh tim insinyur sejak lama, namun tidak ada perbaikan sama sekali. Cacat fungsional itu juga berlaku untuk model seperti Chevrolet Cobalt, Pontic G5 serta Saturn Sky dan Ion.

Merespon kritik media dan pengamat, CEO General Motors (GM) awal bulan ini menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk memuaskan konsumen. Penarikan atau recall 1.4 juta unit mobil bulan Februari lalu dilakukan sesuai prosedur. "Kami melakukannya (recall) tanpa keraguan sedikitpun, setelah mendengar saran dari teknisi berpengalaman," demikian urai CEO Mary Barra dalam memo yang ditujukan kepada seluruh karyawannya kemarin (Selasa 04/03).

GM melakukan recall pada bulan lalu untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

GM sudah beberapa kali mengumumkan permintaan maafnya atas cacat produksi di berbagai produk. Presiden GM wilayah Amerika Utara, Alan Batey dalam pernyataannya bulan lalu menyebut kalau apa yang terjadi bukan sebesar yang diperkirakan masyarakat. Sementara CEO Mary Barra berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mendapatkan laporan yang lengkap terkait kinerja produksinya. "Kami akan menguji dan memperbaiki proses produksi sehingga konsumen tidak mengalami hal serupa di masa depan," ujarnya.


[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $34.86 atau melemah 0.91% pada sesi perdagangan Rabu (12/03)]


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar